Raperda Pancasila Dibahas, Gus Birbik Ungkap Asal Usul Nama Jember dari ‘Jembar’
Raperda Pancasila Dibahas, Gus Birbik Ungkap Asal Usul Nama Jember dari ‘Jembar’

DPRD JEMBER – Kendati umur Jember sudah cukup tua, yakni 97 tahun, namun tak ada catatan sejarah yang benar-benar dapat menguraikan secara pasti asal usul nama Jember. Nama yang kini melekat sebagai identitas sebuah kabupaten besar di kawasan tapal kuda Jawa Timur itu masih menyisakan ruang diskusi dan penelusuran sejarah yang menarik. Samar-samar terdengar dalam lintasan sejarah bahwa asal nama Jember adalah Jembar.
Pandangan tersebut kembali mengemuka dalam rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang berlangsung di gedung DPRD Jember, Senin, 8 Juni 2026.
Adalah Ahmad Muhammad Birbik Munajil Hayat, yang membeber asal usul nama Jember saat mengikuti rapat pembahasan raperda tersebut.
Menurut Gus Birbik, sapaan akrabnya, asal nama Jember adalah Jembar. Jembar adalah bahasa Madura yang artinya gembira. Dalam pengertian yang lebih luas, Jembar berarti sejahtera, makmur, lapang, dan sebagainya.
Penjelasan tersebut tidak hanya menghadirkan perspektif sejarah, tetapi juga menggambarkan nilai filosofis yang terkandung dalam nama Jember. Makna kegembiraan, kemakmuran, dan kelapangan hidup seakan menjadi doa sekaligus harapan yang diwariskan dari generasi ke generasi bagi masyarakat Jember.
Anggota Fraksi Partai Golkar Golkar Amanah DPRD Jember tersebut menambahkan, nama Jembar berasal dari sebutan yang diucapkan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan. Saat itu, Mbah Cholil menyuruh seseorang untuk pergi ke Jembar. Dari ucapan itu, nama Jembar kemudian muncul. “Informasi tersebut, kebetulan saya dapat dari keluarga kami,” ujarnya.
Meski demikian, perjalanan sebuah nama tidak pernah terlepas dari dinamika sosial dan budaya masyarakat yang menggunakannya. Dalam perkembangannya, terjadi akulturasi bahasa yang berlangsung secara alami seiring perjumpaan berbagai etnis yang menetap di Jember.
Dalam perkembangannya, terjadi akulturasi bahasa. Sebab, lisan warga Jember yang berasal dari suku Jawa, sulit mengucapkan Jembar dengan logat Jawa sehingga terbiasa menjadi Jember.
“Karena orang Jember itu banyak yang tidak bisa bahasa Madura, akhirnya Jembar menjadi Jember,” jelasnya.
Penjelasan tersebut memperlihatkan bagaimana identitas sebuah daerah tidak hanya dibentuk oleh peristiwa sejarah, tetapi juga oleh proses pembauran budaya dan bahasa yang berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun. Nama Jember yang dikenal saat ini menjadi salah satu contoh bagaimana interaksi antara budaya Jawa dan Madura melahirkan identitas khas yang berbeda dari daerah lain.
Gus Birbik memaparkan asal muasal nama Jember tersebut menggambarkan betapa pentingnya muatan lokal dimasukkan dalam Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Menurutnya, sejarah lokal tidak boleh dipisahkan dari upaya membangun karakter dan wawasan kebangsaan masyarakat, karena dari sejarah itulah lahir kesadaran akan jati diri daerah.
“Soal sejarah budaya Jember, saya berpendapat agak beda. Budaya di Jember banyak yang bukan asli Jember, tapi yang lebih mendekati, memang budaya pandalungan,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Jember tumbuh sebagai ruang perjumpaan berbagai kebudayaan. Budaya pandalungan yang merupakan hasil perpaduan unsur Jawa dan Madura selama ini memang sering disebut sebagai karakter budaya yang paling merepresentasikan wajah masyarakat Jember.
Rapat pembahasan Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan itu dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus DPRD Jember, Mufid.
Menurutnya, tim perumus membuka diri bagi masyarakat untuk memberi masukan guna tercapainya raperda yang ideal. Sikap terbuka tersebut diharapkan mampu menghasilkan regulasi yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga memberi ruang yang memadai bagi pelestarian sejarah, budaya, dan identitas lokal Jember agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Related Posts
- No comments have been published yet.

