Perempuan Kedua dalam Sejarah, Fatmawati Duduki Kursi Pimpinan DPRD Jember
Perempuan Kedua dalam Sejarah, Fatmawati Duduki Kursi Pimpinan DPRD Jember

DPRD JEMBER – Nama Fatmawati mungkin tergolong baru dalam peta politik Jember. Namun, perjalanan politik yang ia torehkan dalam waktu relatif singkat menunjukkan capaian yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Di usia yang masih muda, Fatma, sapaan akrabnya, berhasil menapaki tangga politik dengan langkah yang terukur dan meyakinkan.
Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 menjadi panggung politik pertamanya. Meski berstatus pendatang baru, namun kehadirannya langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Jember, Fatma mampu meraih 10.856 suara.
Perolehan tersebut menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak keempat dari enam calon legislatif Partai NasDem yang berhasil memperoleh kursi di DPRD Jember. Sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kepercayaan publik dapat diraih meski tanpa rekam jejak panjang sebagai legislator.
Bersama 49 anggota DPRD terpilih lainnya, Fatma resmi dilantik pada Rabu, 21 Agustus 2024. Sejak awal masa pengabdian, ia dipercaya menjadi anggota Komisi D DPRD Jember, komisi yang membidangi berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Melalui komisi tersebut, Fatma semakin dikenal sebagai figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial. Hal itu sejalan dengan ruang lingkup kerja Komisi D yang bermitra dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Bagian Kesejahteraan Rakyat.
Meski demikian, ruang pengabdiannya tidak dibatasi oleh wilayah maupun bidang tugas komisinya semata. Fatma berulang kali menunjukkan keterbukaan untuk menerima berbagai aspirasi masyarakat, termasuk yang berasal dari luar daerah pemilihannya. “Jika ada kesulitan masyarakat terkait bidang saya, silahkan laporkan ke saya meskipun bukan berada di dapil saya. Insyaallah saya akan berusaha membantu sesuai bidang yang saya tangani,” ucapnya suatu ketika.
Perjalanan politik di DPRD Jember kemudian diwarnai berbagai dinamika. Pergantian dan perubahan menjadi bagian dari proses yang tidak terhindarkan. Situasi tersebut mencapai titik penting ketika Wakil Ketua DPRD Jember, Dedi Dwi Setyawan, diberhentikan setelah terseret dugaan kasus korupsi.
Meski terjadi pergantian figur, tapi posisi Wakil Ketua DPRD tetap menjadi hak Fraksi Partai NasDem. Setelah melalui mekanisme dan proses yang cukup panjang, Fatma akhirnya mendapat rekomendasi untuk mengisi kursi pimpinan yang ditinggalkan pendahulunya. Momentum tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya. Dari seorang legislator periode pertama, Fatma dipercaya mengemban amanah yang jauh lebih besar sebagai Wakil Ketua DPRD Jember. “Alhamdulillah, mohon doa dan dukungannya agar kami bersama pimpinan yang lain dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ucap Fatma usai dilantik.
Penunjukan tersebut juga memiliki nilai historis tersendiri. Fatma tercatat sebagai perempuan kedua yang berhasil menduduki kursi pimpinan DPRD Jember sejak Indonesia merdeka. Di tengah dominasi kaum lelaki dalam dunia politik lokal, kehadirannya menjadi simbol bahwa ruang kepemimpinan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kapasitas, dedikasi, dan kepercayaan publik.
Namun bagi Fatma, jabatan bukanlah tujuan akhir. Amanah yang diberikan masyarakat tetap menjadi orientasi utama dalam setiap langkah pengabdiannya. “Saya membawa amanah konstituen, amanah masyarakat, harus fokus, bekerja sungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi masyarakat,” jelasnya. Meski baru menjalani periode pertamanya sebagai anggota DPRD, Fatma sesungguhnya tidak asing dengan atmosfer politik. Lingkungan keluarga telah memperkenalkannya pada dinamika dan proses perjuangan politik sejak lama.
Suaminya, Dannis Barlie Halim, merupakan legislator Partai NasDem pada periode sebelumnya. Sementara sang ayah, Kamil Gunawan, dikenal sebagai politisi senior sekaligus pengusaha yang telah lama berkecimpung dalam berbagai aktivitas sosial dan politik.
Bekal pengalaman dari lingkungan keluarga, ditambah dukungan suami, orang tua, serta kepercayaan para konstituen, menjadi modal penting bagi Fatma dalam menjalankan tugasnya. Tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan, namun perjalanan yang telah dilaluinya menunjukkan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kedekatan dengan masyarakat dapat menjadi jalan menuju kepercayaan publik yang lebih besar.
Related Posts
- No comments have been published yet.

