Pelajar TK Diduga Keracunan, Komisi D DPRD Jember Minta SPPG Tak Hanya Pikir Bisnis
Pelajar TK Diduga Keracunan, Komisi D DPRD Jember Minta SPPG Tak Hanya Pikir Bisnis

DPRD Jember – Sejumlah murid TK di Jember diduga mengalami keracunan, Komisi D DPRD Jember meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya memikirkan bisnis atau penghasilannya.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat alias Gus Birbik mengaku prihatin atas kejadian murid TK yang menjadi korban.
“Jujur saya sangat kecewa dengan kondisi yang seperti ini. Kekecewaan ini tidak hanya sekedar ucapan saja, tapi kami harap kedepan ada tindaklanjut, terutama satgas MBG yang sudah dibentuk oleh bupati,” tegasnya, Kamis (21/5/2026).
Gus Birbik meminta Satgas MBG bertindak tegas terhadap SPPG Al-Mubarok Kaliwates hingga mengakibatkan anak-anak mengalami keracunan.
Seperti diketahui bersama, tujuan dari Presiden Prabowo dengan program MBG untuk mencerdaskan anak bangsa, sehingga seluruh elemen MBG harus memiliki persepsi yang sama, yakni mencerdaskan anak bangsa hingga berdampak ke perekonomian Masyarakat.
“Sehingga tidak hanya memikirkan bisnisnya atau keuntungan saja, maka ini harus dipahami oleh masing-masing seluruh elemen terkait, baik pemerintah, pengelola, SPPG dan lain-lainnya,” ujarnya.
Menurut Gus Birbik, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya keracunan, yaitu kurangnya ketelitian, optimalisi tentang makanan yang masuk dan diolah oleh ahli gizi.
“Kalau memang berkaitan dengan lauk, atau ikan, maka butuh penelitian yang lebih detail. Mohon untuk bisa dilakukan jauh-jauh sebelumnya,” jelasnya.
Karena dengan kondisi yang mendesak atau mendadak, dan tidak teliti maka terjadi seperti ini. Termasuk juga para suplier juga memiliki perhatian lebih, jangan sampai melakukan kecerobohan hingga memberikan bahan baku yang tidak layak.
“Karena memang ada target, bahan baku yang harus diserahkan ke dapur, sehingga semua bahan tidak dicek dari awal akhirnya diberikan kepada dapur. Ketika supplier salah kirim, pihak dapur MBH harus lebih tegas,” terangnya.
Politisi Golkar juga menyinggung terkait ketersediaan bahan baku MBG di Jember, mengingat jumlah dapur yang terus tumbuh semakin banyak.
Karena dikawatirkan, dengan kekurangan bahan baku yang segar atau fresh, penyuplai asal-asalan mengirim ke dapur MBG. “Ini menjadi perhatian juga. Ada tanggung jawab betul dari dapur,” ujarnya.
Gus Birbik menyatakan, persoalan MBG tidak hanya pada makanan saja, melainkan juga pertaruhan nyawa anak-anak atau penerima MBG, serta juga generasi penerus bangsa.
Dengan kejadian ini, Anggota Komisi D DPRD Jember merasa kecewa, karena bisa menyebabkan korban bagi anak-anak. Dia berharap kejadian ini tidak terulang kembali.
“Standarisasi higienis perlu di tinjau kembali oleh pemerintah untuk seluruh dapur-dapur MBG yang ada saat ini. Ada sangsi tegas bagi mereka yang tidak mematuhinya,” pintanya.
“Kami sangat kecewa dengan kondisi saat ini, ini pembelajaran ke dapur lain. Sekali lagi, kembali ke niat awal Bapak Presiden untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan sekedar hanya bisnis atau keuntungan, baik golongan atau pribadi,” tandasnya.


A WordPress Commenter says: