Menjaga Jati Diri Jember di Tengah Arus Global, Candra Ary Fianto Dorong Penguatan Muatan Lokal dalam Raperda Pancasila

Menjaga Jati Diri Jember di Tengah Arus Global, Candra Ary Fianto Dorong Penguatan Muatan Lokal dalam Raperda Pancasila

DPRD JEMBER – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Candra Ary Fianto menegaskan bahwa muatan lokal dalam Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, sangat penting. Pasalnya, muatan lokal memuat identitas Jember yang boleh jadi dalam sekian tahun ke depan identitas itu bisa tergerus perlahan diterjang budaya global.

 

Menurutnya, penguatan muatan lokal bukan sekadar upaya mempertahankan tradisi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menanamkan rasa bangga terhadap daerah sendiri kepada generasi muda. Identitas lokal yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang tetap terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

 

“Saya pikir muatan lokal itu penting agar Jember tidak kehilangan identitas, Jember juga tidak kehilangan kebanggaan dengan budayanya sendiri,” jelas Candra saat rapat pembahasan Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di gedung DPRD Jember, Senin, 8 Juni 2026.

 

Menurut Candra, sejatinya Jember dengan beragamnya suku mempunyai sejarah dan budaya yang luar biasa yang secara turun temurun hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Kekayaan tersebut merupakan warisan berharga yang membentuk karakter sosial masyarakat Jember hingga saat ini. Namun, warisan budaya tidak akan bertahan dengan sendirinya jika tidak diiringi upaya pelestarian yang berkelanjutan.

 

Tantangan modernisasi, perubahan pola hidup, hingga minimnya pengenalan sejarah lokal kepada generasi muda dapat menjadi faktor yang perlahan mengikis keberadaan nilai-nilai budaya daerah. Karena itu, menurutnya, langkah perlindungan melalui regulasi menjadi sangat relevan untuk memastikan warisan tersebut tetap hidup dan berkembang. Tapi jika itu tidak dirawat, maka lama-kelamaan lenyap ditelan waktu.

 

“Maka salah satu cara kita memandang (merawat) di wawasan kebangsaan, selain secara nasional, juga secara daerah itu penting dilestarikan,” jelasnya.

 

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya muatan lokal masuk dalam raperda tersebut agar generasi saat ini dan ke depan tidak kehilangan jejak terhadap apa yang telah terjadi dan dilakukan oleh generasi sebelumnya. Ia berpandangan bahwa pemahaman terhadap sejarah daerah merupakan bagian penting dari proses pembentukan identitas dan karakter kebangsaan.

 

Dengan mengenal sejarah, budaya, serta perjalanan panjang daerahnya, generasi muda akan memiliki keterikatan emosional yang lebih kuat terhadap tanah kelahirannya. Dari sanalah tumbuh rasa memiliki, tanggung jawab, dan semangat untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan yang telah ditinggalkan para pendahulu.

“Jangan sampai kita tidak tahu bahwa Jember mempunyai sejarah yang luar biasa,” ungkapnya.

 

Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kembali dibahas oleh Pansus DPRD Jember setelah sekian lama vakum. Pembahasan kali ini menjadi momentum penting untuk memperkaya substansi regulasi melalui berbagai masukan dari unsur masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga lembaga yang bergerak di bidang kebangsaan.

 

Kali ini mengundang sejumlah tokoh dan stakeholder untuk memberikan masukan terhadap raperda tersebut. Di antara mereka adalah perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan, DPD KNPI, PC IMM, GMNI, dan sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

Terhadap usulan tersebut pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua Pansus DPRD Jember, Mufid menyatakan bahwa usulan apapun ditampung oleh tim perumus Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

 

“Saya kira usul itu bagus, mohon tim perumus agar dapat memperhatikan usulan tersebut,” jelasnya.