Ketua Komisi B DPRD Jember Dukung Promosi Potensi Daerah oleh ASN, Tapi Minta Pemkab Utamakan Pendekatan Persuasif

Ketua Komisi B DPRD Jember Dukung Promosi Potensi Daerah oleh ASN, Tapi Minta Pemkab Utamakan Pendekatan Persuasif

 

DPRD JEMBER – Ketua Komisi B Kabupaten DPRD Jember, Candra Ary Fianto, S.T, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember yang mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk mempromosikan berbagai potensi daerah melalui media sosial.

 

Menurut Candra, upaya memperkenalkan kekayaan daerah melalui platform digital merupakan langkah positif yang dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai Kabupaten Jember kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Ia menilai promosi destinasi wisata, produk unggulan daerah, budaya lokal, hingga berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Jember merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan ASN.

 

“Kita semua tentu memiliki semangat yang sama untuk memperkenalkan potensi Jember. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah jangan sampai muncul kesan bahwa ASN terbebani oleh tugas di luar tanggung jawab utamanya,” ujar Candra.

 

Meski mendukung kebijakan tersebut, legislator DPRD Jember itu mengingatkan agar implementasinya dilakukan secara persuasif dan tidak disertai ancaman sanksi disiplin bagi ASN yang tidak sempat atau lupa mengunggah konten promosi melalui akun media sosial pribadi mereka.

 

Menurut dia, promosi daerah seharusnya menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kesadaran bersama untuk memajukan Kabupaten Jember, bukan sekadar kewajiban administratif yang berpotensi menambah beban pekerjaan aparatur pemerintah.

 

Candra menegaskan bahwa tugas utama ASN tetap berfokus pada pelayanan publik sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Oleh karena itu, ia berharap aktivitas promosi daerah tidak mengganggu kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

 

“Yang terpenting, ASN dapat menjalankan tugas dan pelayanannya dengan baik. Sementara promosi potensi daerah bisa menjadi bentuk partisipasi yang tumbuh dari kesadaran bersama untuk memajukan Jember,” katanya.

 

Lebih lanjut, Candra mendorong Pemkab Jember untuk mengedepankan pendekatan edukatif dan kolaboratif dalam mengajak ASN berpartisipasi mempromosikan daerah. Menurutnya, cara tersebut akan lebih efektif dalam membangun keterlibatan pegawai sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.

 

Ia meyakini semangat membangun citra positif Kabupaten Jember akan lebih kuat apabila lahir dari partisipasi sukarela dibandingkan melalui pendekatan yang bersifat wajib.

 

Dengan pola yang lebih kolaboratif, lanjut Candra, tujuan memperkenalkan berbagai potensi unggulan Jember kepada masyarakat luas tetap dapat tercapai tanpa menimbulkan keresahan di lingkungan ASN maupun PPPK.

 

“Kita ingin tujuan promosi daerah tercapai. Tetapi pada saat yang sama, suasana kerja ASN juga tetap kondusif sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

 

Candra berharap keseimbangan antara promosi daerah dan optimalisasi pelayanan publik dapat terus dijaga. Dengan demikian, upaya memperkuat citra Kabupaten Jember sebagai daerah yang memiliki beragam potensi unggulan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.***