Isu Revitalisasi Alun-alun Puger Bikin Pedagang Waswas, Fraksi PKB DPRD  Jember Diminta Beri Kepastian

Isu Revitalisasi Alun-alun Puger Bikin Pedagang Waswas, Fraksi PKB DPRD  Jember Diminta Beri Kepastian

Sejumlah perwakilan pedagang kaki lima yang selama ini beraktivitas di kawasan Alun-alun Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, mengaku resah menyusul beredarnya informasi mengenai rencana revitalisasi alun-alun tersebut. Kekhawatiran muncul karena keberadaan alun-alun selama ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak pedagang yang menggantungkan rezekinya dari aktivitas ekonomi di kawasan itu.

 

Bagi mereka, revitalisasi bukan sekadar persoalan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kepastian masa depan usaha yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Karena itu, para pedagang berharap ada kejelasan dari pemerintah mengenai rencana tersebut agar tidak terus dihantui ketidakpastian.

 

“Yang pertama, kami ingin memastikan apakah rencana pembangunan ini benar akan dilaksanakan atau hanya rumor belaka. Kedua, jika benar, kami mohon kejelasan terkait nasib kami saat pembangunan berlangsung? Dan setelah alun-alun selesai, apakah kami masih diberi tempat untuk berjualan?” ujar perwakilan mereka, Ahmad Halim saat beraudiensi dengan Fraksi PKB DPRD Jember di Aula Gus Dur, Jumat, 12 Juni 2026.

 

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Jember, Itqon Syauqi, menyatakan pihaknya mengapresiasi langkah yang ditempuh para pedagang kaki lima Alun-alun Puger yang memilih jalur audiensi sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi.

 

Menurutnya, dialog dan komunikasi merupakan cara yang lebih konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, termasuk menyangkut kebijakan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

 

“Kami mengapresiasi sikap koordinatif para pedagang yang memilih jalur audiensi. Ini menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. PKB akan menjadi jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan anggota Fraksi PKB DPRD Jember, Fuad Ahsan. Menurutnya, pihaknya akan terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi terkait rencana revitalisasi Alun-alun Puger sebelum mengambil langkah lanjutan.

 

Selain itu, Fuad menegaskan akan mendorong adanya skema relokasi yang adil bagi para pedagang kecil apabila revitalisasi benar-benar dilaksanakan. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memperjuangkan hak prioritas bagi pedagang lama atau pedagang asli Alun-alun Puger apabila nantinya disediakan kios maupun lapak baru setelah proses revitalisasi selesai.

 

“Kami sepakat bahwa pembangunan infrastruktur penting, tetapi tidak boleh mengabaikan hajat hidup orang banyak. Pedagang Alun-Alun Puger adalah bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang harus dilindungi. Aspirasi ini akan kami bawa ke meja rapat dengan Pemkab Jember dan komisi terkait di DPRD,” urai Wakil Ketua DPRD Jember itu.

 

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap rencana pembangunan dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik. Para pedagang berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penataan kawasan, tetapi juga memberikan jaminan keberlanjutan usaha bagi mereka yang selama ini turut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar Alun-alun Puger.