Gus Birbik Beber Ancaman di Balik Kerukunan Jember, Minta Raperda Pancasila Lebih Tegas

Gus Birbik Beber Ancaman di Balik Kerukunan Jember, Minta Raperda Pancasila Lebih Tegas

DPRD Jember – Selama ini Jember cukup kondusif dan kerukunan tercipta, tapi faktanya terdapat kelompok yang dinilai anti Pancasila, tidak nasionalis, dan cenderung menghindari pergaulan dengan kelompok lain sehingga menjadi ancaman bagi stabilitas lokal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Fraksi Partai Golkar Amanah DPRD Jember, Ahmad Muhammad Birbik Munajil Hayat saat rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang berlangsung di gedung DPRD Jember, Senin, 8 Juni 2026.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian penting dalam pembahasan raperda yang bertujuan memperkuat karakter kebangsaan masyarakat di tengah tantangan sosial yang terus berkembang. Menurutnya, suasana harmonis yang selama ini terjaga di Kabupaten Jember tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap munculnya kelompok-kelompok yang memilih menutup diri dari kehidupan sosial yang lebih luas.

Menurut Gus Birbik, sapaan akrabnya, Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, penting memunculkan formulasi penanganan kelompok yang eksklusif itu. Sebab jika dibiarkan begitu saja, berpotensi mengusik pluralisme yang sudah mengakar di Kabupaten Jember.

Ia menilai, keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Jember harus dijaga melalui instrumen yang jelas dan terukur. Karena itu, regulasi yang sedang dibahas tidak cukup hanya memuat norma dan ajakan moral, melainkan juga harus menghadirkan mekanisme yang dapat digunakan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan maupun langkah-langkah penegakan terhadap pihak-pihak yang mengabaikan nilai-nilai kebangsaan.

“Maka harus tegas apa yang harus diberikan kepada mereka yang melanggar, tidak menjalankan nilai-nilai Pancasila, dan sebagainya,” ucapnya.

Selain formulasi penindakan, pendidikan wawasan kebangsaan juga penting bagi simpul-simpul masyarakat agar semangat nasionalis tetap terjaga.

Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan tidak hanya menyasar lembaga pendidikan formal, tetapi juga organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, tokoh agama, hingga berbagai elemen masyarakat yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Ini juga penting dijalankan,” jelasnya.

Gus Birbik menambahkan, yang terpenting dari sebuah regulasi adalah pelaksanaan di lapangan. Perda atau apapun namanya, golnya adalah output di tengah-tengah masyarakat.

Baginya, keberhasilan sebuah peraturan tidak diukur dari seberapa lengkap substansi yang tertuang dalam dokumen hukum, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai yang diatur benar-benar hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau raperda ini, ya bagaimana nilai-nilai Pancasila itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat, oleh seluruh lembaga yg ada di daerah,” pungkasnya.

Melalui pembahasan Raperda Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut, DPRD Jember berharap penguatan ideologi Pancasila tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu menjadi fondasi yang memperkokoh toleransi, menjaga kerukunan, serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat Jember di tengah dinamika zaman yang terus berubah.