Ketua DPRD Jember Dukung Keberlanjutan Program MBG, Siap Sampaikan Aspirasi Masyarakat ke Presiden

Ketua DPRD Jember Dukung Keberlanjutan Program MBG, Siap Sampaikan Aspirasi Masyarakat ke Presiden

DPRD JEMBER – Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Halim, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah melihat besarnya harapan masyarakat agar program tersebut tetap berjalan dalam jangka panjang.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Halim saat berdialog dengan para penerima manfaat program, mulai dari kalangan pelajar hingga pekerja yang terlibat dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dari pertemuan tersebut, ia menangkap adanya keinginan kuat dari masyarakat agar program strategis nasional tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

“Tentu apa yang menjadi harapan Bapak dan Ibu sekalian, para penerima manfaat, adalah agar program ini tetap berlanjut,” ujar Ahmad Halim.

Menurut Halim, aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat akan menjadi perhatian serius bagi DPRD Jember.

Ia menegaskan bahwa apabila program MBG terbukti memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan tantangan yang muncul selama pelaksanaannya, maka pihaknya siap meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

Ia menjelaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap program ini akan menjadi bahan pertimbangan penting untuk disampaikan kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden, sebagai bagian dari evaluasi keberlanjutan program.

“Apabila manfaatnya lebih banyak, terutama kepada masyarakat, kami akan teruskan (aspirasi ini) kepada pemerintah pusat, terutama kepada Bapak Presiden,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan para peserta kegiatan.

Meski memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MBG, Halim menekankan bahwa program tersebut tetap membutuhkan berbagai perbaikan agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin optimal.

Ia menilai evaluasi secara berkala harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi program. Dengan demikian, berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan dapat segera dibenahi dan tidak berulang pada masa mendatang.

“Dengan catatan, tentu ada perbaikan-perbaikan dan evaluasi. Setuju?” tanya Halim yang kemudian dijawab serempak oleh masyarakat yang hadir.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program nasional tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang baik, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan dan pengawasannya di tingkat daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Halim memaparkan sejumlah dampak positif yang berpotensi dihasilkan oleh Program Makan Bergizi Gratis apabila dikelola secara maksimal dan berkelanjutan.

Ia menyebut program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki efek sosial dan ekonomi yang cukup luas. Salah satunya adalah terciptanya lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap tenaga kerja lokal.

Selain itu, keberadaan program MBG dinilai mampu membantu menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan, sekaligus menjadi instrumen dalam mengurangi kerawanan pangan di masyarakat.

Halim juga menyoroti kontribusi program terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting hingga pemberian dukungan tambahan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dapat menjadi manfaat jangka panjang yang sangat penting.***