Aspirasi Diterima, Ketua DPRD Jember Bacakan Tuntutan Mahasiswa dengan Pengeras Suara
Aspirasi Diterima, Ketua DPRD Jember Bacakan Tuntutan Mahasiswa dengan Pengeras Suara

Unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember dan BEM se-Jember di bundaran DPRD Jember, Senin, 15 Juni 2026, direspons dengan serius oleh jajaran pimpinan DPRD Jember.
Respons tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui pernyataan lisan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk sikap nyata dengan kesediaan para pimpinan DPRD Jember untuk menandatangani lembar tuntutan yang diajukan para pengunjuk rasa.
Bahkan Ketua DPRD Jember, H. Ahmad Halim berkenan membacakan tuntutan tersebut dari awal hingga selesai dengan menggunakan pengeras suara.
Momentum itu menjadi simbol keterbukaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Di hadapan ratusan peserta aksi, para legislator menunjukkan kesediaan untuk mendengar, menanggapi, dan menerima tuntutan yang disampaikan.
Setelah masing-masing legislator yang menemui pengunjuk rasa, dan memberikan tanggapan atas tuntutan mereka, kemudian korlap aksi menyodorkaan lembar pernyataan yang berisi beberapa tuntutan untuk ditanda tangani oleh 4 pimpinan DPRD Jember dan perwakilan fraksi. Yaitu fraksi Gerindra, PDI Perjuangan, NasDem, PKB, Golkar Amanah, PPP, dan PKS.
Mereka menanda tangani lembar tuntutan tersebut, dengan saling bergantian menggunakan punggung mereka sebagai alas tulis.
Suasana sederhana namun penuh makna itu menjadi pemandangan yang menarik perhatian massa aksi. Di tengah keterbatasan sarana, proses penandatanganan tetap berlangsung hingga seluruh pimpinan dan perwakilan fraksi menyatakan kesediaannya membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut.
Setelah selesai, korlap aksi, Taufiqurrahman, meminta H. Ahmad Halim selaku Ketua DPRD Jember membacakan tuntuan tersebut.
Dengan suara yang datar, Halim membacakan tuntuntan para pengunjuk rasa didampingi legislator yang lain.
Inti dari tuntutan tersebut adalah agar pemerintah segera merevisi Undang-Undang Polri, menghentikan cara-cara represif dalam menyikapi kritik masyarakat, menyelamatkan ekonomi, dan segera mengevaluasi program prioritas negara.
“Kami yang bertanda tangan di bawah ini selaku pimpinan dan perwakilan fraksi-fraksi DPRD Jember telah menerima dan membaca dengan seksama tuntutan dari mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember dan BEM se-Jember,” kata Halim mengawali pembacaan tuntutan mahasiswa.
Pembacaan tuntutan itu berlangsung di hadapan massa aksi yang menyimak dengan seksama. Sesekali terdengar sorakan dan tepuk tangan dari peserta aksi sebagai bentuk respons atas komitmen yang ditunjukkan para wakil rakyat.
Halim membacakan tuntutan itu membutuhkan waktu 3.03 menit. Dan usai tuntutan dibacakan Halim, pengunjuk rasa pun bubar dengan tertib sambil menyayikan mars perjuangan.
Related Posts
- No comments have been published yet.

