Mahasiswa  ‘Absen’ Seluruh Fraksi DPRD Jember, Ketua Fraksi PPP Dihadirkan Lewat Video Call

Mahasiswa  ‘Absen’ Seluruh Fraksi DPRD Jember, Ketua Fraksi PPP Dihadirkan Lewat Video Call

Unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember dan BEM se-Jember di bundaran DPRD Jember, Senin (15/6/2026), tidak hanya menuntut agar ditemui pimpinan DPRD Jember. Massa aksi juga menginginkan seluruh perwakilan fraksi yang ada di lembaga legislatif tersebut hadir secara langsung di tengah-tengah demonstrasi.

 

Hal itu dimaksudkan agar aspirasi pengunjuk rasa benar-benar didengar dan direspons oleh semua perwakilan fraksi yang ada di DPRD Jember. Bagi mahasiswa, kehadiran seluruh unsur fraksi menjadi penting sebagai bentuk tanggung jawab politik sekaligus komitmen untuk mengawal berbagai tuntutan yang mereka sampaikan.

 

Perwakilan pengunjuk rasa pun ‘mengabsen’ satu per satu legislator yang datang dan meminta mereka memperkenalkan diri di hadapan massa aksi. Suasana dialog berlangsung terbuka, disaksikan ratusan mahasiswa yang memenuhi area bundaran DPRD Jember.

 

Mereka pun memperkenalkan diri, dimulai dari Ahmad Halim, Ketua DPRD Jember sekaligus perwakilan Fraksi Gerindra, lalu Widarto, Wakil Ketua DPRD Jember sekaligus perwakilan Fraksi PDI Perjuangan. Lalu, Fuad Ahsan, Wakil Ketua DPRD Jember perwakilan Fraksi PKB, kemudian Fatmawati, Wakil Ketua DPRD Jember sekaligus perwakilan Fraksi NasDem, dilanjutkan Siti Baidaus Sholeha, perwakilan PPP.

 

Lalu Holil Asy’ari sebagai Ketua Fraksi Golkar Amanah, dan terakhir Nanang Muhammad Natsir selaku Ketua Fraksi PKS.

 

Selain nama-nama di atas, juga hadir dan ikut memperkenalkan diri Ketua Fraksi NasDem, David Handoko Seto, Mangku Budi Heri Wibowo (PKS), Nurhuda Candra Hidayat (Sekretaris Fraksi PKB), dan Edi Cahyo Purnomo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

 

 

Namun, perwakilan pengunjuk rasa, Azis, mempertanyakan ketidakhadiran Ketua Fraksi PPP, Ikbal Wilda Fardana di lokasi unjuk rasa. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Siti Baidaus Sholeha yang menjelaskan bahwa Ikbal masih berada di Surabaya untuk suatu urusan.

 

Tak ingin ada satu pun fraksi yang luput dari penyampaian aspirasi, Azis kemudian meminta agar dirinya disambungkan dengan Ikbal melalui video call. Permintaan itu langsung direspons oleh para pimpinan DPRD yang hadir.

 

Maka Widarto dengan sigap menelepon Ikbal dan melakukan video call. Widarto menjelaskan kondisi unjuk rasa di bundaran DPRD Jember seraya memberitahukan bahwa pengunjuk rasa ingin menyampaikan aspirasi kepada Fraksi PPP melalui fasilitas video call.

 

“Ini kawan-kawan mahasiswa unjuk rasa, karena Ketua Fraksi PPP tidak ada di Jember, mereka minta video call. Tolong video call-nya tetap dihidupkan, nanti kalau ada pertanyaan dijawab,” ujar Widarto kepada Ikbal lewat sambungan video call.

 

Sejurus kemudian, Widarto menyerahkan telepon genggamnya kepada perwakilan pengunjuk rasa, Azis. Dialog pun berlangsung secara langsung meski terpisah jarak. Dalam percakapan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dan harapan mereka kepada Fraksi PPP.

 

Intinya, Ikbal merespons positif tuntutan para mahasiswa. Respons tersebut disambut baik oleh massa aksi yang menilai keterbukaan komunikasi menjadi langkah awal untuk memastikan aspirasi mereka benar-benar sampai kepada seluruh unsur DPRD Jember.