PAD Pariwisata Jember Menguat, DPRD Momentum Pertumbuhan Berkelanjutan Harus Dijaga
PAD Pariwisata Jember Menguat, DPRD Momentum Pertumbuhan Berkelanjutan Harus Dijaga

DPRD JEMBER – Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut tidak hanya menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi berbasis pariwisata, tetapi juga mencerminkan semakin besarnya daya tarik Kabupaten Jember sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Karena itu, tren positif yang telah terbentuk perlu dijaga secara konsisten sepanjang tahun 2026 agar tetap stabil, bahkan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Flanto, di Jember, Kamis, 4 Mei 2026.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih sepanjang tahun 2025 seharusnya menjadi fondasi untuk mendorong peningkatan kinerja sektor pariwisata pada tahun-tahun berikutnya. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan destinasi wisata, memperluas promosi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Ia merujuk pada data resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember yang mencatat PAD sektor pariwisata mencapai Rp50,87 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 2,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski secara persentase terlihat moderat, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah yang potensial dan memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar.
Pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Suwar-Suwir. Sepanjang tahun 2025, sekitar 1,8 juta wisatawan tercatat mengunjungi berbagai destinasi wisata yang tersebar di Kabupaten Jember. Jumlah itu meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada pada kisaran 1,36 juta kunjungan.
“Kalau dilihat dari kunjungan dan beberapa event yang digelar di Jember memang ada peningkatan. Tetapi kita tetap harus melihat data resmi yang disampaikan dinas sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan,” ujar Candra.
Menurutnya, capaian tersebut tetap perlu dikaji secara komprehensif agar pemerintah daerah memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai efektivitas program pengembangan pariwisata yang telah dijalankan. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendorong pertumbuhan sekaligus menemukan berbagai kendala yang masih menghambat optimalisasi potensi sektor pariwisata.
Sejumlah aspek dinilai masih membutuhkan perhatian serius guna memastikan tren pertumbuhan PAD pariwisata dapat berlanjut secara berkesinambungan. Salah satunya adalah penguatan sarana dan prasarana pendukung wisata yang tidak hanya memadai secara kuantitas, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang berkualitas bagi para pengunjung.
Ketersediaan infrastruktur yang baik, aksesibilitas menuju destinasi wisata, kebersihan lingkungan, keamanan, kenyamanan, hingga kualitas pelayanan menjadi elemen penting yang saling berkaitan dalam membangun daya saing destinasi wisata. Di tengah persaingan antar daerah yang semakin ketat, peningkatan kualitas pengelolaan destinasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Pemerintah daerah jangan hanya berorientasi pada target PAD. Yang tidak kalah penting adalah memastikan kualitas layanan, infrastruktur, dan pengelolaan destinasi wisata terus meningkat sehingga pertumbuhan sektor pariwisata bisa berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.

