Hafidi Sebut Jember Perlu Miliki Perda Tembakau untuk Lindungi Identitas Daerah
Hafidi Sebut Jember Perlu Miliki Perda Tembakau untuk Lindungi Identitas Daerah

DPRD Jember – Anggota Fraksi PKB DPRD Jember, Muhammad Hafidi menegaskan pentingnya Jember memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Tembakau. Salah satu fungsi dari Perda tersebut adalah untuk melindungi komoditas tembakau sekaligus melindungi petani dari kerugian demi kerugian akibat berbudi daya tembakau.
“Petani memang harus dilindungi dengan Perda. Jika tidak, petani terus merugi,” ucapnya saat menggelar Reses Masa Sidang III DPRD Kabupaten Jember di SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari, Kamis (4/12/2025).
Akibat terus merugi, petani malas untuk menanam tembakau, sehingga produksi tembaku Jember jauh menurun jika dibandingkan dengan 20 atau 30 tahun yang lalu. Kata Hafidi, lama kelamaan Jember akan sepi dari tembakau. Padahal dulu tembaku adalah komoditas kebanggaan Jember, sampai-sampai logo pemerintah Kabupaten Jember adalah daun tembakau.
“Tembakau adalah ciri khas Jember. Harapan saya, ada Perda Tembakau untuk melindungi petani. Jangan sampai logo daun tembakau kelak diganti dengan daun jati. Ini untuk melindungi identitas kita,” katanya.
Selain itu, keberadaan Perda tentang Tembakau penting untuk menjaga nilai historis dan ekonomi tembakau bagi masyarakat Jember.
“Jadi tembakau punya sejarah di Jember, bahkan dulu Jember dikenal di eropa sebagai daerah penghasil tembakau kelas dunia,” jelasnya.
Hafidi menuturkan, memang Jember sudah memiliki Perda Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pengusahaan Tembakau, namun perda tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini alias sudah ketinggalan zaman. Perda tersebut sudah kadaluwarsa karena dibuat 22 tahun yang lalu.
“Sekarang zamannya sudah beda, lahan pertanian juga berkurang dan terus berkurang, makanya butuh Perda Tembakau yang baru,” ungkapnya.
Karena itu, Hafidi menginginkan pengusulan Raperda Tembakau dilakukan secara kolektif oleh seluruh fraksi di DPRD Jember agar memiliki kekuatan politik dan dukungan yang solid.
Menurutnya, penyelamatan identitas tembakau tidak hanya menyangkut petani, tetapi juga keberlangsungan ekonomi daerah.
“Langkah perda harus diusulkan. Semua fraksi harus bersatu demi kepentingan masyarakat Jember, menyelamatkan identitas gambar daun tembakau,” ungkapnya.
Reses tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh pendidikan, petani, dan perangkat desa. Mereka turut menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur, pendidikan, hingga kebutuhan pemberdayaan ekonomi.
Hafidi berkomitmen bahwa seluruh masukan dan aspirasi akan disampaikan kepada pihak eksekutif, dan akan diperjuangkan sehingga menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember daerah ke depan.
“Kami perjuangkan semaksimal mungkin semua aspirasi yang muncul,” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.

