Gelar Reses, Anggun: Tidak Ada Usulan Warga yang Kami Tolak

Gelar Reses, Anggun: Tidak Ada Usulan Warga yang Kami Tolak

DPRD Jember – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember Anggun Tri Utami menegaskan bahwa semua aspirasi atau usulan dari masyarakat yang disampaikan lewat fraksinya, tidak akan ditolak. Semua diterima untuk disampaikan kepada eksekutif.

Penegasan tersebut disampaikan Anggun saat menggelar Reses Masa Sidang Ke-III di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kamis (4/12/2025).

Menurut Anggun, dirinya sebagai wakil rakyat tentu punya kewajiban untuk mengakomodasi setiap aspirasi masyarakat. Sebab, salah satu tugas legislator adalah menjadi jembatan aspirasi  antara masyarakat dengan eksekutif.

“Yang penting kita usulkan semua, tidak ada usulan yang kami tolak, kita usulkan semua (kepada eksekutif),” ucapnya.

Sedangkan terkait dengan realisasi usulan itu, Anggun memasrahkan kepada eksekutif, karena memang penentu kebijakan dari setiap program berada di tangan eksekutif.

“Sebagai legislator, kami wajib menyampaikan usulan yang datang dari masyarakat. Selebihnya kita serahkan kepada Pemkab Jember,” tambahnya.

Walaupun demikian, anggota Fraksi PKB itu tidak sekadar menyampaikan usulan lalu dibiarkan. Usulan itu, katanya, dikawal terus agar benar-benar direalisasikan di lapangan.

“Termasuk misalnya ada kekurangan persyaratan di proposal, kami lengkapi, dan seterusnya,” jelas Anggun.

Selain itu, Anggun terus menjalin koordinasi dengan sesama anggota Fraksi PKB, dan OPD terkait untuk memantau sejauh mana ‘perjalanan’ proposal yang diajukan.

“Pastinya saya juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait. Enggak mungkin, tiba-tiba saya cuma mengusulkan aja, tapi tidak ada koordinasi lanjutan,” paparnya.

Terkait dengan saluran aspirasi masyarakat, Anggun tidak hanya mengandalkan forum reses. Namun politisi kelahiran 1997 ini juga telah meluncurkan layanan khusus “Tamasya”. Tamasya adalah akronim dari cerita masyarakat.  Yaitu sebuah layanan via  WhatsApp untuk menampung aspirasi masyarakat secara lebih cepat dan praktis.

“Silakan jika ada usulan, atau mungkin keluhan, bisa disalurkan lewat Tamasya,” pungkasnya.

Peserta resespun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasinya. Usulan mereka beragam, mulai dari masalah pupuk hingga infrastruktur jalan.

Salah seorang warga Dusun Gebang Langkap, Desa Serut, mengusulkan penambahan penerangan jalan umum (PJU), khususnya di Desa Serut. Sebab, akibat kurangnya PJU beberapa kali telah terjadi insiden kecelakaan tunggal  pengendara motor.

Menanggapi hal tersebut, Anggun menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan penambahan PJU di jalan-jalan yang memang dirasa kurang PJU-nya.

Katanya, PJU yang memadai, tidak hanya membuat jalan terang benderang tapi juga mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal.

“Insyaallah ini kami prioritaskan untuk diperjuangkan,” jelasnya.