Komisi B DPRD Jember Sebut Harga Tiket Masuk Papuma Mahal, Ini Jalan Keluarnya

Komisi B DPRD Jember Sebut Harga Tiket Masuk Papuma Mahal, Ini Jalan Keluarnya

DPRD JEMBER – Tidak bisa dipungkiri bahwa Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) merupakan destinasi wisata yang cukup memukau. Bahkan pantai yang terletak di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu itu dikenal sebagai ikon wisata Jember. Rasanya tak lengkap jika memperbincangkan wisata di Jember tapi tidak menyebut nama Papuma.

“Kalau bicara tentang Jember pasti yang menjadi salah satu destinasi wisata, tidak lain dan tidak bukan adalah Papuma,” ucap Ketua Komisi B DPRD Kab. Jember, Candra Ary Fianto saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Jember, Kamis (18 September 2025).

Menurut Candra, wisatawan yang berkunjung ke Papuma setiap bulan rata-rata mencapai 11.000 orang. Dan itu menunjukkan bahwa wana wisata pantai Papuma luar biasa, diminati wisatawan.

“Kami menerima informasi bahwa kunjungan  wisatawan per bulannya mencapai 11.00 orang,” terangnya.

Namun bukan berarti tanpa masalah. Sebab, walaupun secara geografi Pantai Papuma masuk wilayah Kabupaten Jember, namun Papuma bukan aset Pemkab Jember tapi milik Perhutani.

Menurut Candra, saat ini pantai Papuma dikelola oleh PT. Palawi Risorsis, sehingga administrasi dan pengembangan Pantai Papuma ditentukan oleh PT tersebut, termasuk harga karcis masuknya, yakni Rp25.000.

Sebelum masuk area Papuma, pengunjung mesti melewati wana wisata pantai Watu Ulo, milik Pemkab Jember, dengan harga tiket masuk Rp10.000.

“Kita punya kesepahaman bahwa wisata di Papuma, termasuk Watu Ulo itu, hari ini masih di-framing adalah wisata yang mahal. Kenapa? Karena tiket masuk yang sebelah sana (Watu Ulo) Rp10.000, dan yang naik itu (Pantai Papuma) Rp25.000,” urainya.

Candra dan sejumlah anggota DPRD Kab. Jember mengaku pernah menemui Pimpinan PT. Palawi Risorsis untuk berdiskusi soal kemungkinan penurunan harga tiket masuk. Kata Candra, pimpinan PT. Palawi Risorsis mempunyai niat baik agar pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo menggunakan satu pintu masuk dengan membayar sekali.

“Nanti akan memfasilitasi semua wisatawan yang hadir agar bisa sama dengan wisata-wisata alam yang ada daerah lainnya. Sementara ini ‘kan kelihatannya masih mahal (harga tiket masuknya),” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Candra, yang bisa dilakukan untuk menyatukan pengelolaan tiket masuk adalah membuat Kerja Sama Operasi (KSO) antara Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Jember dengan PT. Palawi Resorsis selaku pihak yang dipercaya Perhutani untuk mengelola Pantai Papuma.

“Agar ke depan Papuma bisa menjadi wisata ikonik di Kabupaten Jember, ini salah satu yang akan kita pacu,” pungkasnya.