Widarto: Memberantas Stunting Harus dari Sumbernya Juga

Widarto: Memberantas Stunting Harus dari Sumbernya Juga

 

DPRD JEMBER – Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Widarto, S. S, melaksanakan Kegiatan Reses Masa Sidang Ke -2 Tahun 2025 di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Sabtu (30 Agustus 2025).

Dalam reses tersebut, Widarto mengusung tema “Optimalisasi Peran DPRD dalam peningkatan IPM di Kabupaten Jember”

IPM adalah akronim dari Indeks Pembangunan Manusia. IPM adalah sebuah indikator yang menunjukkan pengembangan, terutama dalam pembangunan sumber daya manusianya.

Sebagai informasi, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM juga bisa menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau suatu negara.

Tujuan utama adanya indeks pembangunan manusia adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif.

Menurut Widarto, salah satu yang menjadi hambatan naiknya peringkat IPM di Kabupaten Jember adalah munculnya tiga hal ini, yaitu Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), dan stunting. Dan tenyata tiga hal tersebut masih relatif tinggi di Kabupaten Jember.

“Karenanya kami ingin itu ditangani secara serius, bersama-sama menanganinya sehingga yang kita harapkan, generasi emas terutama di Kabupaten bisa terwujud,” ucapnya.

Walaupun demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya dari sektor kesehatan, namun banyak faktor yang perlu digarap jika ingin  memberantas stunting dengan sungguh-sungguh.

“Nah menangani itu tentu tidak hanya dari sektor kesehatan, tidak hanya fokus ke penderita stunting. Memberantas stunting harus dari sumbernya juga,” tambahnya.

Widarto menambahkan, penanganan stunting tidak bisa hanya fokus kepada si penderita stunting tapi faktor – faktor lain yang memicu terjadinya stunting, misalnya pencegahan pernikahan dini, pelayanan kesehatan pada ibu hamil, dan seterusnya.

“Anak-anak remaja jangan sampai kekurangan zat besi,  vitamin A, dan sebagainya,” terangnya.

Jika AKB, AKI, dan stunting ditangani dengan sungguh-sungguh, Widarto yakin lambat laun juga berdampak pada peningkatan IPM Kabupaten Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Widarto juga mendorong para pemuda untuk berinovasi dan berkreasi menemukan potensi desa setempat. Katanya, setiap desa termasuk Klungkung mesti punya potensi sendiri, sehingga perlu dioptimalkan pemanfaatannya. Kelak, selain bisa berkontribusi bagi pembangunan desa, juga dapat menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran.

“Kita sambut baik, dan saya siap mendampingi mereka agar bisa berkontribusi untuk Jember bersama,” pungkasnya.