DPRD Jember Soroti Pembangunan Food Street Jalan Kartini, David Handoko Seto Minta Kualitas Proyek dan Penataan Parkir Jadi Prioritas
DPRD Jember Soroti Pembangunan Food Street Jalan Kartini, David Handoko Seto Minta Kualitas Proyek dan Penataan Parkir Jadi Prioritas

DPRD JEMBER – Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, meninjau langsung progres pembangunan Food Street Jalan Kartini yang diproyeksikan menjadi pusat kuliner sekaligus penggerak ekonomi baru di Kabupaten Jember. Dalam peninjauan tersebut, ia meminta pemerintah memastikan kualitas pembangunan tetap menjadi prioritas hingga proyek selesai.
Saat ini, pembangunan kawasan Food Street masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 25 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
David mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan berjalan secara bertahap. Menurutnya, bentuk dasar kawasan mulai terlihat, sehingga proses pembangunan harus terus dikawal agar selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
“Setelah kami cek, pembangunan memang dilakukan secara bertahap dan saat ini bentuk dasarnya sudah mulai terlihat. Namun kami berharap pengerjaannya dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar David saat dikonfirmasi, Senin (13 Juli 2026).
Ia menegaskan, proyek yang nantinya menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Jember tersebut harus dikerjakan sesuai standar teknis. Karena itu, kualitas material maupun proses konstruksi tidak boleh diabaikan.
“Kami meminta agar seluruh pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan tidak asal-asalan. Food Street ini nantinya akan menjadi wajah Kabupaten Jember ketika mulai beroperasi,” katanya.
Menurut David, kehadiran kawasan kuliner baru itu berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain menjadi pusat aktivitas masyarakat, Food Street juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan daya beli warga, menarik wisatawan, hingga membuka peluang kerja baru.
“Kalau kita lihat, tentu akan menimbulkan multiplier effect yang kuat. UMKM bisa berkembang, daya beli masyarakat meningkat, wisatawan dari luar daerah datang, dan lapangan pekerjaan juga bertambah,” ungkapnya.
Meski optimistis terhadap manfaat proyek tersebut, David mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan aspek pendukung, terutama pengelolaan parkir dan sampah. Ia menilai dua persoalan itu harus dipersiapkan sejak awal agar tidak menjadi kendala ketika kawasan mulai dipadati pengunjung.
“Masalah parkir dan sampah jangan sampai menjadi persoalan di kemudian hari. Karena itu, kantong parkir harus disiapkan dan sistem pengangkutan sampah juga harus direncanakan dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta proses pembangunan terus diawasi secara berkala agar kualitas bangunan tetap terjaga hingga proyek selesai. Menurutnya, pengawasan penting dilakukan untuk mencegah munculnya kerusakan sebelum Food Street resmi dibuka untuk masyarakat.
“Tidak hanya itu, kami juga berharap selama proses pembangunan dilakukan pengawasan secara maksimal. Jangan sampai ada bagian yang rusak sebelum Food Street ini mulai beroperasi,” pungkasnya.***
Related Posts
- No comments have been published yet.

