Pengerjaan Proyek Numpuk di Akhir Tahun, Ini Saran Fraksi NasDem Jember
Pengerjaan Proyek Numpuk di Akhir Tahun, Ini Saran Fraksi NasDem Jember

DPRD Jember — Penyerapan anggaran di Kabupaten Jember hingga saat ini masih berada di bawah 60 persen. Padahal tahun anggaran berjalan (2025), hanya menyisakan sebulan setengah.
Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi terhadap Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD Jember, Jumat 914/11/2025).
Menurutnya, rendahnya serapan anggaran tersebut merupakan indikator bahwa ada kendala signifikan dalam proses perencanaan kegiatan maupun pelaksanaan. Padahal di sisi lain, Bupati Jember sering kali mendorong OPD agar bergerak cepat dalam menyerap anggaran.
“Kalau boleh kami gambarkan bahwa bupati sudah full speed namun sebagian OPD masih lemot dalam mengerjakan Tupoksinya,” ucap David.
Perlu dipahami, lanjut David, bahwa masyarakat menuntut percepatan pelaksanaan, terutama program prioritas. Sebab, program prioritas tentu sangat ditunggu oleh masyarakat. Katanya, arahan Bupati Jember sudah jelas, yaitu bekerja cepat, tepat, dan berorientasi hasil.
“Hal ini rupanya belum bisa ditangkap maksimal oleh OPD,” tambahnya.
David mengingatkan bahwa arahan sang bupati seharusnya ditangkap dengan sigap oleh OPD dengan lebih berani mengambil langkah inovasi, tidak hanya sekadar melakukan pekerjaan untuk menggugurkan kewajiban.
“Terutama bagi OPD penghasil PAD, menjadi suatu keharusan untuk berinovasi dan menciptakan terobosan demi mendongkrak PAD menuju kemandirian fiskal untuk tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
David pun meminta Bupati Jember agar tetap melakukan evaluasi kepada semua OPD: memberikan reward untuk OPD yang optimal melaksanakan tugasnya. Dan menyerahkan punishmen terhadap OPD yang tidak bisa mengikuti ritme bupati: bekerja cepat, tepat, dan berorientasi hasil.
“Demi tercapainya visi-misi bupati dalam RPJMD, bisa direalisasikan secara maksimal,” ujarnya.
David mengingatkan bahwa serapan anggaran yang rendah juga berdampak pada kualitas pekerjaan. Dari tahun ke tahun selalu terjadi berjubelnya kegiatan di akhir tahun, terutama pekerjaan- pekerjaan yang bersifat fisik. Sudah begitu, musim hujan juga menghantui masa akhir tahun, sehingga mau tidak mau kualitas pekerjaan, juga tidak maksimal.
Katanya, OPD seharusnya mempertimbangkan kondisi cuaca dalam menentukan pelaksanaan pekerjaan, dan harus diantisipasi dengan cara memajukan waktu pelaksanaan pengerjaan proyek.
“Untuk itu, yang akan datang Fraksi NasDem mendorong percepatan pelaksanaan program, terutama untuk kerakyatan wajib dimulai sejak awal tahun anggaran,” pungkasnya.


A WordPress Commenter says: