Masyarakat Jember Gelar Pagelaran Budaya, Komisi B DPRD Kabupaten Jember Minta Pemkab Tangkap Potensi Ini

Masyarakat Jember Gelar Pagelaran Budaya, Komisi B DPRD Kabupaten Jember Minta Pemkab Tangkap Potensi Ini

DPRD JEMBER – Kabupaten Jember mencatat sejarah baru dengan menggelar Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme untuk pertama kalinya, Minggu, 20 Juni 2025. Kegiatan ini menyatukan tiga agenda utama dalam satu perayaan besar: Kirab Pusaka Nusantara, Sedekah Bumi, dan Pameran Pusaka. Acara berlangsung meriah di Alun-Alun Nusantara Jember, dengan partisipasi dari warga 31 kecamatan dan 248 desa atau kelurahan. Event ini menjadi simbol kuat kebersamaan dalam keberagaman, sekaligus sarana pelestarian warisan budaya.

Mengusung kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), acara ini bukan hanya sekedar pesta budaya, tetapi juga bentuk nyata edukasi kebangsaan. Rangkaian kirab dimulai dari kawasan depan KFC Jember menuju Alun-Alun Nusantara. Berbagai pusaka dari tiap daerah ditampilkan, menciptakan parade budaya terbesar yang pernah digelar di Jember. Setiap Organisasi Perangkat Daerah turut ambil bagian, mengirimkan delegasi lengkap dengan tumpeng sebagai bentuk syukur dalam prosesi sedekah bumi.

Tak hanya parade dan ritual, pameran artefak bersejarah pun digelar. Tujuannya untuk mengangkat kembali nilai luhur bangsa sekaligus mendekatkan generasi muda pada akar budaya mereka. Bupati Jember, Muhammad Fawait S.E. M.Sc., menyebut kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang demi masa depan Jember. “Kita patut bersyukur hidup di negeri yang diberkahi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui fondasi ini, NKRI tumbuh kuat. Apel Kebangsaan ini adalah langkah konkret mewujudkan visi Jember Baru dan Jember Maju,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari legislatif. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Nilam Noor Fadillah Wulandari S.E, mengapresiasi langkah eksekutif yang terus mendorong kegiatan budaya. Ia menilai acara ini strategis karena beririsan langsung dengan program nasional seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan koperasi.

“Di tengah tantangan pelestarian budaya, acara seperti ini membawa semangat baru. Selain membangun kecintaan pada bumi dan budaya, kegiatan ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Nilam juga menyoroti potensi acara ini untuk mendorong lahirnya karya seni baru yang dapat menarik minat generasi muda, sekaligus memperkuat spiritualitas dan identitas bangsa.

Komisi B DPRD Kabupaten Jember, menurutnya, siap bersinergi dan mendukung agenda budaya serupa di masa depan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. “Kami ingin kegiatan seperti ini tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga dikembangkan dengan lebih kreatif agar budaya bisa terus menjadi saluran strategis untuk menyuarakan isu-isu nasional,” pungkasnya. Politisi Golkar ini pun menyampaikan, jika langkah dari masyarakat ini harus ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Jember karena hal ini sangat baik dan menarik wisatawan. “Maka dari itu perlu langkah yang taktis, membuat serangkaian agenda. Agar bisa menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk melihat keanekaragaman kebudayaan masyarakat Jember,” tutupnya.***