Komisi D DPRD Jember Minta Desa Dilibatkan Lebih Aktif dalam Tajemtra

Komisi D DPRD Jember Minta Desa Dilibatkan Lebih Aktif dalam Tajemtra

DPRD JEMBER – Gerak jalan tradisional Tanggul-Jember (Tajemtra) 2025 sudah berlalu. Pesertanya juga membludak. Namun auranya tidak seperti Tajemtra sekian tahun yang lalu. Sambutan dan keterlibatan masyarakat terutama di desa-desa jauh berkurang jika dibandingkan dengan Tajemtra zaman dulu.

“Kalau dulu, setiap desa mengirimkan perwakilannya untuk ikut gerak jalan Tajemtra, dan itu di desa-desa heboh mengirimkan wakilnya di Tajemtra,” ujar anggota Komisi D DPRD Kab. Jember, Mufid, Ahad (24/8/2025).

Menurut anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Tajemtra saat ini walaupun dari sisi entertain lebih gemerlap namun tingkat antusiasme dan keguyuban masyarakat terasa kurang.

“Orang bilang sepi, bahkan kemarin pukul 13.00 WIB pemberangkatan pasukan terakhir sudah selesai,” tambahnya.

Karena itu, Mufid berharap agar ke depan, gerak jalan Tajemtra, dapat merangsang pemerintahan desa agar dapat terlibat aktif dalam gerak jalan yang menempuh jarak 35 kilometer itu. Kalau dulu, kata Mufid, peserta antar desa saling berebut juara dan penampilan, sehingga suasananya beda.

“Tapi hari ini tidak ada ‘persaingan’ seperti itu. Sekarang lebih fokus pada hiburannya,” jelas Mufid.

Seperti diketahui, gerak jalan Tajemtra 2025 diberangkatkan Sabtu (23/8/2025) siang dari lapangan Tanggul. Bupati Jember Muhammad Fawait bersama wakilnya, H Djoko Susanto berkenan melepas peserta.

Tajemtra 2025 mengangkat tema “Satukan Langkah Menuju Jember Baru, Jember Maju”, sebuah ajakan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong perubahan positif bagi daerah. Sebanyak 15.171 orang turut ambil bagian dalam Tajemtra 2025. Mereka terdiri  dari pelajar, komunitas, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.

Bupati Jember, KH. Muhammad Fawait, atau yang akrab disapa Gus Fawait dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi yang luar biasa dari masyarakat.

“Tahun ini, peserta Tajem cukup banyak, ada 15 ribu lebih peserta. Ini bentuk semangat luar biasa warga Jember. Tahun depan Pemkab akan menggelar lebih meriah lagi,” ujarnya, disambut antusias peserta yang hadir.

Gus Fawait, sapaan akrabnya,  tak sekadar hadir secara seremonial. Ia menyapa peserta, mendengar aspirasi, dan menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Jember. Ia juga menegaskan komitmennya menjadikan Tajemtra lebih inklusif ke depan.

“Kita ingin Tajemtra ini jadi milik semua. Bahkan tahun depan, beberapa bupati dari kabupaten tetangga sudah menyatakan siap untuk ikut serta meramaikan. Ini akan jadi momentum mempererat hubungan antarwilayah dan memperkuat budaya lokal,” pungkasnya.