Komisi D DPRD Kabupaten Jember Kecewa Tak Diundang Launching Gus’e Peduli Kesehatan, Ini Alasannya

Komisi D DPRD Kabupaten Jember Kecewa Tak Diundang Launching Gus’e Peduli Kesehatan, Ini Alasannya

DPRD Kabupaten Jember- Komisi D DPRD Kabupaten Jember mengaku kecewa lantaran tidak diundang saat Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan Launching Gu’se Peduli Kesehatan di aula Darusy Syifa’ komplek RSD dr. Soebandi, Ahad 6/Juli/2025. Padahal, Komisi D adalah mitra Dinas Kesehatan dan 3 RSD milik daerah yang notabene dalam membahas anggaran apapun selalu bersama-sama, termasuk anggaran untuk program Gu’se Peduli Kesehatan. Namun ternyata, saat Launching Gu’se Peduli Kesehatan, perwakilan Komisi D tidak diundang.

 

“Saya kecewa, bagaimana tidak, membahas anggaran di ruangan Komisi D, tapi saat acara digelar, kami tidak diberi tahu. Ini bagaimana?” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Sunarsi Khoris, S.Ag di Jember, Kamis 10/Juni/2025. Semestinya, lanjut Khoris, Komisi D diundang saat peluncuran program Gu’se Peduli Kesehatan. Tujuannya, bukan minta dihormati tapi untuk memastikan bahwa pelaksanaan program tersebut telah sesuai dengan komitmen Pemkab Jember guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

 

“Bagaimana kami bisa mengawal, wong kami tidak diundang dan tidak tahu acaranya apa dan bagaimana,” urainya. Walaupun demikian, Khoris menyatakan pihaknya sangat mendukung apa yang dilakukan Bupati Jember terkait dengan program tersebut karena bertujuan mempermudah dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

 

“Pokoknya, program-program yang terkait dengan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, kami setuju dan kami dukung,” jelasnya. Seperti diketahui, Ahad 6/Juli/2025 lalu, Bupati Jember Muhammad Fawait melaunching Gus’e Peduli Kesehatan, yang ditandai dengan bakti sosial berupa khitanan massal di RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat, dengan total peserta mencapai 195 orang.

 

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait meminta agar peserta khitan dilayani dengan baik, bukan hanya saat dikhitan tapi juga pasca-khitan tetap diperhatikan betul perawatannya sampai sembuh. “Dipastikan tindakannya baik, bukan hanya hari ini (saat khitan) tapi juga pas waktunya kontrol tolong dikawal dengan baik sampai sembuh,” ujarnya.

 

Selain itu, Gus Fawait juga meminta pimpinan Rumah Sakit Balung agar memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Katanya, saat ini Pemkab Jember sudah menyelenggarakan UHC Prioritas, sehingga siapapun warga yang ber-KTP Jember mendatangi Rumah Sakit Balung untuk berobat dan sebagainya agar dilayani dengan cepat dan tepat. “Pastikan tidak ribet dengan administrasi. Kalau (calon pasien) datang ke Balung layani dulu, soal administrasi menyusul,” instruksinya.

 

Tentu saja instruksi Gus Fawait iu tidak hanya untuk pimpinan Rumah Sakit Balung tapi juga untuk dua rumah sakit lain dan semua Puskesmas di bawah naungan Pemkab Jember. Gus Fawait menambahkan, jika ada hal-hal di sekitar pasien yang tidak terakomodasi dalam BPJS Kesehatan, maka pimpinan rumah sakit bisa berkoordinasi dengan  Kepala Dinas Kesehatan untuk mencari jalan keluar. Intinya, Gus Fawait menginginkan rumah sakit memberikan pelayanan sebaik mungkin. “Tunjukkan bahwa Jember Baru Jember Maju bukan cuma slogan, tapi betul-betul dilaksanakan dengan baik di sektor kesehatan. Saya tidak ingin   mendengarkan laporan baik langsung maupun lewat Wadul Gus’e terkait pelayanan kesehatan yang kurang baik,” pungkasnya.