Komisi C DPRD Jember Soroti Minimnya Anggaran Perawatan Bandara: Atap Bocor, Perawatan Hanya Rp90 Juta Per Tahun
Komisi C DPRD Jember Soroti Minimnya Anggaran Perawatan Bandara: Atap Bocor, Perawatan Hanya Rp90 Juta Per Tahun

DPRD Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menyoroti ketimpangan anggaran di sektor perhubungan terutama terkait minimnya alokasi dana untuk perawatan Bandara Notohadinegoro.
Padahal, saat ini Jember sudah memiliki dua rute penerbangan aktif, yakni Halim–Jember dan Bali–Jember.
Ardi menjelaskan bahwa, anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) tahun ini mengalami penambahan, salah satunya karena pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU) kini berada di bawah Dishub.
Namun, ia menilai kebutuhan perawatan bandara justru tidak mendapatkan porsi anggaran yang memadai.
“Anggaran Dishub memang bertambah, khususnya untuk PJU yang tahun ini mencapai Rp81 miliar. Termasuk pemasangan PJU baru di 1.307 titik dengan biaya Rp10 miliar. Tapi yang memprihatinkan, perawatan bandara tidak dianggarkan sama sekali,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Ardi memaparkan bahwa beberapa bagian bangunan bandara mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap.
“Saat kami terbang hari Kamis lalu, kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak atap yang bocor, bukan sekadar menetes, tapi airnya mengalir deras sampai ke lantai. Ini harus mendapat perhatian karena bandara adalah wajah daerah,” jelasnya.
Selain itu, anggaran kebersihan dan pemeliharaan bandara disebut sangat minim.
“Perawatan hanya dianggarkan sekitar Rp90 juta per tahun. Tentu itu tidak ideal untuk fasilitas transportasi udara yang menjadi pintu masuk kota,” ungkap Ardi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Komisi C mengusulkan penggeseran anggaran dari kegiatan yang dinilai tidak prioritas atau berpotensi tidak terserap.
“Kami sedang mengalihkan sebagian anggaran, sekitar Rp500 sampai Rp800 juta, sesuai kebutuhan riil di lapangan. Prinsipnya, kami geser anggaran yang tidak pro rakyat atau yang diprediksi tidak terserap selama setahun,” ujarnya.
Legislator Gerindra ini menyebut Dishub akan diajak kembali berdiskusi untuk memfinalkan prioritas kebutuhan, khususnya yang akan masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. “Untuk pengadaan X-ray dan kebutuhan lain, masih kita upayakan. Kami ingin memvalidasi dulu kebutuhan mendesak yang perlu disiapkan Dishub di tahun 2026,” tambahnya.
Selain bangunan, runway sepanjang 1,7 kilometer juga membutuhkan perhatian. Meski sebelumnya telah ada perbaikan, beberapa bagian struktur dan permukaan runway dinilai masih perlu pemeliharaan. “Aspal dan beberapa bangunan penunjang runway perlu dirawat. Ini juga akan kami dorong masuk dalam prioritas,” kata Ardi.
Tidak hanya itu, DPRD juga menyoroti pentingnya penguatan layanan transportasi pendukung bandara.
“Karena sudah ada dua penerbangan, kami ingin menyiapkan shuttle bus agar penumpang punya akses mobilitas yang lebih nyaman,” ujarnya.
Dalam rapat pembahasan anggaran, Komisi C juga meminta penambahan alokasi dana untuk program mudik gratis, yang selama ini menjadi salah satu layanan transportasi publik favorit masyarakat Jember.
“Kami mendorong peningkatan anggaran mudik gratis. Program seperti Jakarta–Jember, Jember–Madura, hingga Jember–Mataram harus tetap berjalan karena sangat dibutuhkan masyarakat,” tutup Ardi.


A WordPress Commenter says: