Ketua DPRD Jember Imbau Bupati dan Wabup Akhiri Konflik, Serukan Penurunan Ego Demi Kepentingan Daerah

Ketua DPRD Jember Imbau Bupati dan Wabup Akhiri Konflik, Serukan Penurunan Ego Demi Kepentingan Daerah

DPRD JEMBER – Ketua DPRD Kab. Jember, Ahmad Halim, S. Sos, menyerukan agar Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto mengesampingkan perbedaan pribadi yang selama ini memicu ketegangan politik di internal pemerintahan kabupaten.

Hal ini terjadi setelah Wakil Bupati Jember Djoko Susanto mengeluarkan uneg – unegnya, karena merasa tidak dilibatkan dalam pemerintahan.

Halim berharap, keduanya dapat kembali duduk bersama demi kepentingan masyarakat karena ini nantinya bisa menjadi preseden buruk bagi Pemerintah Daerah Kab. Jember.

Ketegangan antara Fawait dan Djoko bukan lagi menjadi rahasia publik, hubungan keduanya dikabarkan memburuk dan mencapai titik kritis saat Djoko Susanto melaporkan atasannya itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Surat pengaduan yang dikirimkan pada 4 September 2025 itu, berisi permintaan agar KPK memberikan perhatian khusus terhadap praktik tata kelola pemerintahan di Jember.

Halim mengaku bahwa selama tujuh bulan terakhir, pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan partai-partai politik pengusung untuk mencari jalan keluar atas konflik ini.

“Kami sudah sejak lama, kurang lebih 7 bulanan melakukan komunikasi intensif terhadap persoalan yang mencuat ini. Agar ada solusi dari polemik tersebut,” ujarnya, pada Kamis 2 Oktober 2025.

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai.

“Sudah ada upaya dari kami untuk menjembatani. Tapi soal keputusan, kami harus menunggu arahan dari DPP,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran para pendukung dan tim sukses kedua tokoh tersebut agar tidak memperkeruh suasana.

Halim menilai, lingkungan terdekat dari Gus Fawait dan Djoko bisa sangat memengaruhi sikap serta kebijakan mereka.

“Saya minta orang-orang di sekitar Pak Bupati maupun Pak Wabup untuk lebih bijak. Jangan malah menambah api,” ucapnya.

Mengakhiri pernyataannya, Halim kembali menekankan pentingnya menurunkan ego masing-masing pihak sebagai langkah awal menuju rekonsiliasi.

“Kalau masing-masing mau menurunkan ego, mediasi akan lebih mudah. Kami di DPRD tidak tinggal diam, kami terus mencari solusi terbaik,” tegasnya.***