Ingin Menimba Ilmu soal Tembakau, DPRD Kota Blitar Kunjungi DPRD Jember
Ingin Menimba Ilmu soal Tembakau, DPRD Kota Blitar Kunjungi DPRD Jember

DPRD JEMBER – Lima anggota Komisi II DPRD Kota Blitar mengunjungi DPRD Kabupaten Jember Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo itu merupakan studi banding terkait masalah tembakau. Mereka diterima oleh Kepala Bagian Humas dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Jember, Hisyam Wahyu Aditya, SH., MH., di ruang Komisi B.
Menurut Yohan, pihaknya tertarik untuk mengunjungi Jember terkait dengan masalah tembakau karena Jember dinilai cukup baik dalam pengelolaan hasil tembakau, dan tentu petani tembakau juga banyak.
“Makanya DPRD Kota Blitar ingin menimba ilmu dari Jember,” ucapnya kepada sejumlah wartawan.
Yohan menuturkan, dalam dua tahun terakhir ini, investasi terkait tembakau cukup pesat di Kota Blitar, bahkan jika dinominalkan mencapai sekitar Rp80 Miliar. Katanya, saat ini di Kota Blitar telah berdiri raksasa pabrik rokok Indonesia, yaitu Gudang Garam dan Sampoerna. Selain itu juga berdiri pabrik rokok lokal, yakni Andalan.
“Jadi dari hasil DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) nanti kita akan coba digunakan untuk mengedukasi masyarakat di sekitar pabrik,” tambahnya.
Dengan adanya pabrik rokok tersebut, para petani akan didorong untuk menanam tembakau guna memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik rokok. Kata Yohan, ke depan berbudi daya tembakau sangat prospektif.
“Yang semula petani menanam palawija, padi dan sebagainya, kita coba kembangan untuk beralih ke tembakau,” terangnya.
Oleh karena itu, hasil studi banding yang ia dan rekan-rekannya lakukan di Jember akan dijadikan acuan dalam mengembangkan tembakau di kota Blitar, termasuk kemungkinan membuat Perda tentang tembakau.
“Payung hukumnya bagaimana dan seperti apa, kita belum punya. Makanya nanti ini kita jadikan acuan ke depan,” jelasnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Yohan kepada Sekretariat DPRD Jember yang diwakili oleh Hisyam Wahyu Aditya, SH., MH.
Sekadar diketahui, sejak zaman penjajahan Jember dikenal sebagai daerah penghasil tembakau dengan kualitas tinggi. Tembakau sudah menjadi ciri khas komoditas Jember. Di panggung – panggung regional, rasanya tidak lengkap jika berbicara tembakau tapi tidak menyinggung Jember. Jember identik dengan tembakau, hingga akhirnya, daun tembakau menjadi logo resmi Pemerintah Kabupaten Jember.
Jember sendiri sudah cukup lama mempunyai Perda Tembakau. Bahkan banyak yang menilai Perda tersebut sudah kadaluwarsa dan tidak sesuai dengan kondisi pertembakauan saat ini.


A WordPress Commenter says: