Fraksi NasDem Jember Minta Bupati Ganti Pejabat yang Bekerja Asal-asalan
Fraksi NasDem Jember Minta Bupati Ganti Pejabat yang Bekerja Asal-asalan

DPRD JEMBER – Fraksi NasDem adalah satu di antara 7 Fraksi DPRD Kab. Jember yang menerima dan menyetujui Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2025 menjadi Perda.
Fraksi NasDem berharap agar dengan pengesahan Perubahan APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2025 itu, semua target perencanaan dapat terpenuhi, tidak terkecuali Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Untuk itu Fraksi NasDem meminta kepada semua OPD untuk bekerja bersungguh sungguh dengan komitmen menjadikan Jember baru, Jember maju, Jember barokah,” ucap juru bicara Khurul Fatoni saat membacakan Pandangan Akhir Fraksinya terhadap Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2025 di gedung DPRD Kab. Jember, Kamis (7 Agustus 2025).
Cak Toni, sapaan akrabnya, menambahkan jika masih ada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih bekerja asal-asalan dan tidak berkomitmen untuk menyukseskan visi misi Bupati Jember Muhammad Fawait yaitu, Jember baru, Jember maju, Jember barokah,” maka Fraksi NasDem akan melakukan evaluasi terhadap pimpinan OPD tersebut. “Kami pastikan siapa OPD tersebut akan kami evaluasi di paripurna berikutnya yang di gelar di gedung terhormat ini sekaligus akan kami rekomendasikan kepada Bupati agar pejabat tersebut diganti dengan orang yang lebih serius dan berkomitmen merealisasikan janji kerja bupati,” urainya.
Dalam kesempatan itu, Cak Toni mengapresiasi upaya Bupati Jember dan semua fraksi yang tetap memperjuangkan honorer R4 untuk tetap bisa mengabdi dan turut membangun Jember.
Apresiasi juga disampaikan kepada sang bupati yang telah menjalin kerja sama untuk mendapatkan dukungan pembangunan dari pusat. “Terutama dalam pengentasan kemiskinan, dan komunikasi intensif dengan kementerian terkait bisa membuka peluang bantuan tambahan,” jelasnya.
Mengingat Raperda Perubahan APBD adalah untuk menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dengan kondisi aktual dan memastikan efektivitas pelaksanaan program pembangunan, maka Cak Toni mencatat beberapa hal yang bisa menjadi masukan bagi eksekutif demi peningkatan kinerja yang lebih baik.
Pertama, untuk menutup defisit anggaran, Bupati Jember dapat memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan ruang fiskal yang tersedia, “Juga perlu intensifikasi pendapatan daerah dan efisiensi belanja agar tidak membebani APBD Tahun Anggaran 2026,” turangnya.
Kedua, prioritaskan infrastruktur dan pelayanan dasar. Yaitu fokus pada perbaikan jalan rusak, gedung sekolah, dan fasilitas kesehatan. Ketahanan pangan, selain sangat dibutuhkan, juga merupakan amanah pemerintah pusat
“Pastikan program prioritas tetap berjalan meski ruang fiskal terbatas,” pangkas Cak Toni.


A WordPress Commenter says: