Bandara Notohadinegoro Kembali Beroperasi, Angin Segar bagi Ekonomi dan Pariwisata Jember

Bandara Notohadinegoro Kembali Beroperasi, Angin Segar bagi Ekonomi dan Pariwisata Jember

DPRD JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersiap menghidupkan kembali operasional Bandara Notohadinegoro, dengan membuka rute penerbangan Jember–Jakarta.

Penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2025, menandai babak baru bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Reaktivasi ini diyakini dapat menjadi pintu masuk bagi investasi serta mendorong mobilitas warga secara lebih efektif.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kab. Jember, Ardi Pujo Prabowo, yang menyebut bahwa proses pengaktifan kembali bandara hanya tinggal menunggu pelaksanaan teknis.

“Menurut informasi terakhir, tiket penerbangan dari Bandara Notohadinegoro Jember ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sudah mulai bisa dibeli per hari ini, 10 September 2025,” ujar Ardi saat ditemui di Gedung DPRD Kab. Jember.

Untuk saat ini, pemesanan tiket dilakukan secara manual. Ardi menjelaskan bahwa penjualan masih dilayani secara offline di loket Bandara Notohadinegoro, melalui layanan dari maskapai Fly Jaya.

“Tiket sementara hanya tersedia di bandara, dan loket penjualannya sudah aktif,” jelas legislator dari Partai Gerindra tersebut.

Terkait harga, Ardi menyebut bahwa tarif penerbangan berada di kisaran Rp1,3 juta, yang dinilainya cukup kompetitif bila dibandingkan dengan rute serupa di daerah lain.

“Cukup terjangkau. Untuk saat ini, penerbangan dijadwalkan dua kali seminggu, yakni pada hari Selasa dan Kamis, dengan sistem pulang-pergi Jember–Jakarta,” tambahnya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kunjungan Wisata

Menurut Ardi, kembalinya aktivitas Bandara Notohadinegoro akan menjadi momentum penting dalam membuka peluang ekonomi baru di Jember. Aksesibilitas yang lebih mudah diyakini akan menarik perhatian investor dari luar daerah.

“Ini sinyal positif bagi masuknya investasi ke Jember. Apalagi daerah kita terbuka dan tidak menolak masuknya investasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia optimis bahwa pembukaan kembali bandara juga akan berdampak pada sektor pariwisata. Dengan potensi wisata yang besar, Ardi menilai bahwa kemudahan akses transportasi akan mendorong peningkatan jumlah wisatawan.

“Wisatawan dari berbagai daerah akan lebih mudah datang ke Jember. Dampaknya tentu akan terlihat pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa proses peningkatan fasilitas dan infrastruktur bandara masih terus berjalan.

Beberapa masukan dari masyarakat dan pihak legislatif pun akan disampaikan kepada pemerintah untuk mendukung pengembangan jangka panjang.