Agar Penerbangan di Notohadinegoro Kontinu, Ini Saran Komisi C DPRD Jember
Agar Penerbangan di Notohadinegoro Kontinu, Ini Saran Komisi C DPRD Jember

DPRD JEMBER – Rencana pengaktifan kembali penerbangan Jember-Halim Perdana Kusumah (Jakarta), mendapat sambutan hangat dari anggota Sekretaris Komisi C DPRD Kab. Jember, David Handoko Seto.
Menurutnya, setelah sempat vakum beberapa hari penebangan Jember-Jakarta untuk dievaluasi, kini layak disambut gembira. Ia mengapresiasi hal tersebut sebagai hasil nyata kerja keras Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya untuk melanjutkan penerbangan langsung Jember-Jakarta dengan menggandeng maskapai Fly Jaya.
David menyebut penerbangan kembali Jember-Jakarta sebagai kado ulang tahun Jember pada tanggal 1 Januari tahun 2025.
“Yang jelas ini hasil kerja sama langsung antara Bupati Jember dengan pihak maskapai Fly Jaya. Bisa saya sebut ini kado terindah juga bagi masyarakat Jember,” ujar David, Kamis (30/10).
Ketua Fraksi NasDem DPRD Kab. Jember itu menambahkan, pembukaan kembali penerbangan Jember-Jakarta diharapkan dapat merangsang investor untuk meningkatkan penanaman modalnya di Jember.
“Kalau di Jember banyak perusahaan tentu membawa pengaruh baik bagi pergerakan roda ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Namun untuk menjaga kontinuitas penebangan dalam panjang, David menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Jember fokus bagi pengembangan Bandara Notohadinegoro. Salah satunya adalah perpanjangan landasan pacu (runway) sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer.
“Jika semua sudah sesuai standar, tidak menutup kemungkinan pesawat besar jenis Boeing bisa mendarat dan landing di Bandara Notohadinegoro Jember,” katanya.
David menyadari bahwa untuk menambah panjang landasan pacu dan sarana pendukung lainnya, membutuhkan dana yang tidak kecil. Untuk itu, selain anggaran dari APBD Jember, juga sangat diharapkan kucuran dana dari APBN.
“Walaupun pengembangan bandara ini sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2026, namun kami pihak DPRD sangat berharap agar APBN juga wajib turun untuk mencukupi kebutuhan anggaran tersebut,” tutur David.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Jember resmi menjalin kerja sama dengan PT Surya Mataram Nusantara (Fly Jaya Air) guna melanjutkan penerbangan rute Jember-Jakarta.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dan perwakilan PT Surya Mataram Nusantara, Ary Mercyanto di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (29/10/2025).
Menurut Gus Bupati, sapaan akrabnya, penerbangan langsung Jember-Jakarta bukan lagi sekadar keinginan, melainkan sudah merupakan kebutuhan strategis mempercepat pergerakan roda ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita sampai pada tahap final menuju penerbangan permanen. Ini bukan hanya soal transportasi, tapi tentang membuka akses investasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, aktifnya kembali Bandara Notohadinegoro merupakan kebutuhan mutlak untuk menggairahkan ekonomi masyarakat, lebih-lebih karena jalan tol belum masuk Jember. Ujung dari semua itu adalah tergerusnya angka kemiskinan ekstrem di Jember, yang saat ini masih tertinggi di Jawa Timur.
“Bagaimana investasi mau masuk kalau tol belum tersambung, bandara tidak aktif, dan pelabuhan belum berjalan? Karena itu, bandara ini kebutuhan mutlak agar investor bisa datang dengan mudah ke Jember,” tegasnya.


A WordPress Commenter says: