Komisi C DPRD Jember Soroti Kualitas Pengaspalan Jalan

DPRD JEMBER – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman, menekankan pentingnya konsistensi mutu dalam proses pengaspalan, mulai dari tahap uji coba hingga pelaksanaan di lapangan.

 

Agung menyoroti tahapan awal pengaspalan yang diawali dengan proses uji coba atau trial di Asphalt Mixing Plant (AMP). Menurutnya, kualitas hasil uji coba (trial) harus benar-benar dijaga agar tetap sama ketika material diaplikasikan di lapangan. “Jangan sampai uji coba (trial)-e apik, waktu pelaksanaannya jelek. Itu merugikan masyarakat, kasihan masyarakat. Asas manfaatnya juga tidak ada,” kata Agung.

 

Agung melihat adanya potensi perbedaan kualitas antara hasil uji coba dan pelaksanaan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada hasil akhir pekerjaan. Perhatian terhadap mutu ini dinilai krusial, karena berhubungan langsung dengan manfaat yang diterima masyarakat.

 

Pengaspalan yang tidak memenuhi standar berpotensi cepat rusak dan tidak memberikan nilai guna maksimal. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat merugikan pihak rekanan yang terlibat dalam proyek.

 

Temuan di lapangan menunjukkan adanya kasus pengaspalan dengan material yang sudah tidak dalam kondisi optimal. Situasi ini menjadi salah satu contoh yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi penyedia material maupun pelaksana proyek. Agung menilai pengawasan terhadap operasional AMP juga perlu diperkuat untuk mencegah praktik yang merugikan kualitas pekerjaan.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, menegaskan pentingnya peran aktif rekanan dalam menjaga kualitas pekerjaan. Rekanan sebagai pihak pelaksana memiliki tanggung jawab untuk memastikan material yang digunakan sesuai standar sebelum diaplikasikan.

 

Menurut Ardi, rekanan seharusnya tidak melanjutkan pekerjaan apabila material yang diterima tidak memenuhi kualitas yang dipersyaratkan. Sikap tegas dalam menolak material yang tidak layak menjadi bagian dari upaya menjaga mutu proyek sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

 

Ardi juga menyoroti pentingnya pengawasan yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk DPRD sebagai lembaga legislatif. Fungsi pengawasan harus berjalan optimal agar setiap tahapan proyek dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan.

 

Di sisi lain, dinamika di lapangan menunjukkan adanya faktor tekanan waktu dalam penyelesaian proyek, terutama menjelang akhir tahun anggaran. Kondisi ini diakui dapat memengaruhi pengambilan keputusan di lapangan, termasuk dalam penggunaan material. Namun demikian, hal tersebut tetap perlu dikelola dengan baik agar tidak mengorbankan kualitas pekerjaan.

 

Wakil Ketua I Gapensi Jember, Herwindro Wicaksono, turut memberikan gambaran terkait situasi yang dihadapi rekanan, khususnya dalam memenuhi target penyelesaian pekerjaan. Faktor waktu menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi bersama agar tidak berdampak pada kualitas hasil pekerjaan.

 

DPRD Jember memandang bahwa sinergi antara dinas teknis, rekanan, dan penyedia material merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas proyek. Hubungan kerja yang saling mendukung dinilai dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang sehat dan berkelanjutan.

 

Melalui evaluasi ini, Komisi C DPRD Jember mendorong adanya perbaikan menyeluruh, baik dari sisi pengawasan, perencanaan, maupun pelaksanaan proyek. Peningkatan kualitas infrastruktur jalan diharapkan tidak hanya terlihat dari hasil fisik, tetapi juga dari ketahanan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Komisi C DPRD Jember optimistis bahwa kualitas proyek jalan di masa mendatang dapat semakin baik.