Penerbangan Langsung Jember–Bali Dinilai Jadi Titik Balik Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Daerah
Penerbangan Langsung Jember–Bali Dinilai Jadi Titik Balik Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Daerah

DPRD Jember – Peluncuran rute penerbangan langsung Jember –Bali PP pada Jumat 5 Desember 2025 mendapat apresiasi kuat dari berbagai pihak. Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunarsih Khoris, menilai keberadaan jalur udara tersebut menjadi langkah penting yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi daerah sekaligus memperluas akses wisata.
Khoris menegaskan bahwa konektivitas langsung dengan Bali yang dikenal sebagai pintu masuk utama turis mancanegara—akan membuka peluang besar bagi Jember.
Wisatawan dari luar negeri kini dapat mencapai Jember tanpa harus melalui perjalanan darat atau transit panjang di bandara lain. “Dengan adanya penerbangan ini, posisi Jember dalam peta ekonomi regional akan terlihat semakin unggul,” ujarnya.
Perlu Penguatan Pelayanan Publik dan Sosialisasi Rute Baru
Walaupun menyambut baik kehadiran rute tersebut, politisi PKB itu mengingatkan bahwa keberhasilan layanan penerbangan juga bergantung pada kesiapan pemerintah daerah. Dua aspek yang ia soroti adalah peningkatan pelayanan publik dan sosialisasi keberadaan rute baru kepada masyarakat.
Menurutnya, banyak warga Jember yang bekerja di Bali akan sangat terbantu karena perjalanan kini dapat ditempuh lebih cepat dan nyaman. “Yang harus diperhatikan adalah pelayanan untuk masyarakat serta penyebaran informasi terkait penerbangan Jember–Bali. Ini sangat memudahkan pekerja migran asal Jember di Bali,” tuturnya.
Sebagai pimpinan Komisi D, Khoris berharap rute yang dioperasikan Wings Air tersebut mampu beroperasi secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya konsistensi agar manfaat ekonomi dan kemudahan mobilitas dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Harapan saya, penerbangan ini berlanjut terus, tidak putus di tengah jalan, dan menjadi pintu keberkahan bagi warga Jember maupun Bali,” tegasnya.
Bupati Gus Fawait: Konektivitas Jember–Bali adalah Lompatan Besar
Bupati Jember, Muhammad Fawait, turut menyoroti pentingnya terhubungnya Jember dengan Bandara Internasional Ngurah Rai. Ia menyebut momentum ini sebagai langkah strategis yang memberi dampak positif tak hanya bagi Jember, melainkan seluruh wilayah Tapal Kuda. “Alhamdulillah, akhirnya Jember tersambung dengan salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia. Ini bukan sekadar keuntungan untuk Jember, tetapi untuk wilayah sekitar,” katanya.
Gus Fawait menyebut penerbangan tersebut membuka akses lanjutan menuju sekitar 15 destinasi domestik dan internasional yang terkoneksi melalui Bali, sehingga mobilitas menuju luar negeri menjadi jauh lebih efisien bagi masyarakat Jember.
Bandara Notohadinegoro Perlu Pembenahan
Dalam pidatonya, Gus Fawait kembali menegaskan bahwa pembangunan rute baru harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas bandara. Ia menyinggung kondisi Bandara Notohadinegoro yang dianggap belum representatif. “Bandara Jember ini sering disamakan dengan balai desa atau puskesmas. Tapi dari balai desa inilah masyarakat bisa terbang ke Jakarta dan kini langsung ke Bali,” ujarnya sambil berkelakar.
Bupati berharap kehadiran rute baru ini dapat menarik lebih banyak investor, meningkatkan arus wisatawan, dan menjadi pendorong percepatan pembangunan daerah. Ia meyakini bahwa penguatan konektivitas udara adalah bagian dari upaya menjadikan Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Jawa. “Kami akan terus bekerja keras agar kejayaan Jember dapat kembali diraih,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang mendukung terwujudnya rute baru ini, mulai dari Lion Group, anggota Komisi VI Gus Rivqy Abdul Halim, Forkopimda, hingga seluruh warga Jember.


A WordPress Commenter says: