Anggota DPRD Jember Soroti Pengangguran Tinggi dan Mendesak Sinergi Pemerintah dalam Pengelolaan Anggaran

Anggota DPRD Jember Soroti Pengangguran Tinggi dan Mendesak Sinergi Pemerintah dalam Pengelolaan Anggaran

DPRD Jember – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Jember menerima banyak masukan, terkait dengan banyaknya pengangguran di Jember.

Anggota DPRD Kab. Jember dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo mengadakan kegiatan reses masa sidang ketiga di Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Dalam agenda reses tersebut, ia memusatkan perhatian pada penyerapan aspirasi warga, khususnya terkait tingginya jumlah pengangguran dan kebutuhan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat serta daerah dalam mengelola anggaran publik.

Setelah berdialog dengan sejumlah warga, Edi mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di wilayah Pakusari masih berada pada kategori mengkhawatirkan.

Kondisi inilah yang mendorong dirinya untuk meminta Pemerintah Daerah memberikan perhatian lebih serius dalam menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.

“Di wilayah Pakusari ini angka penganggurannya memang cukup besar. Karena itu, kami menekankan agar Pemda benar-benar fokus mencari solusi pembukaan lapangan kerja,” ujar legislator yang akrab dipanggil Ipung tersebut.

Selain itu, Ipung menyoroti persoalan terkait pengelolaan anggaran daerah, terutama dana dari pemerintah pusat yang justru banyak mengendap dan belum terserap optimal—secara nasional jumlahnya diperkirakan mencapai Rp213 triliun.

“Walaupun angka pasti untuk Kabupaten Jember belum diketahui, situasi ini tetap menjadi perhatian penting,” katanya.

Untuk menekan angka pengangguran, Ipung meminta Pemkab Jember agar menyiapkan perencanaan pembangunan yang matang sejak awal tahun, sehingga dana transfer pusat bisa dimanfaatkan segera pada Triwulan I dan II, dan kegiatan pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

“Dengan dimulainya proyek lebih awal, diharapkan serapan tenaga kerja terutama pekerja harian atau buruh juga meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian dan pariwisata perlu didorong lebih kuat karena memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja, sekaligus dapat menarik lebih banyak investasi ke Kabupaten Jember.

Politisi PDI-P itu juga menegaskan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, agar program pembangunan dan alokasi anggaran dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

Ia berharap pemerintah daerah mampu memberikan dukungan nyata agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri.

“Di Desa Bedadung, mayoritas warganya bekerja sebagai petani, sehingga penguatan sektor pertanian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” tutupnya.***