Potensi Bencana di Jember Cukup Lengkap, Fraksi NasDem Minta Bupati Perhatikan Isu Kebencanaan
Potensi Bencana di Jember Cukup Lengkap, Fraksi NasDem Minta Bupati Perhatikan Isu Kebencanaan

DPRD JEMBER — Wilayah Kabupaten Jember memiliki potensi bencana yang cukup lengkap, mulai dari gunung, sungai, hutan hingga laut. Karena itu, Fraksi NasDem DPRD Jember meminta kepada Bupati Muhammad Fawait agar memberikan perhatian serius pada isu kebencanaan, terutama banjir yang dari tahun ke tahun terus mengancam Jember.
Menurut juru bicara Fraksi NasDem, David Handoko Seto, salah satu penyebab terjadinya banjir adalah tata ruang Kabupaten Jember yang tidak sesuai dengan perencanaan.
Katanya, saat ini banyak pengembang perumahan yang melaksanakan pembangunan secara asal-asalan tanpa memperhatikan regulasi dan dampak lingkungan sehingga ada beberapa spot banjir menjadi dampak dari buruknya tata kelola lingkungan.
“Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemukiman warga, tetapi juga mengancam lahan pertanian yang merupakan sumber nafkah masyarakat,” ujar David saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksinya terhadap Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD Jember, Jumat (14/11/2025).
Terkait dengan itu, David bersama Komisi C akan terus memantau perkembangan pelaksanaan tata ruang untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Seperti yang hari ini dilakukan oleh komisi C DPRD Jember dengan melakukan inspeksi salah satu perumahan subsidi di lingkungan Sumbersari,” ucapnya.
David menambahkan, mitigasi bencana, terutama banjir tidak cukup hanya pada hilir, tetapi harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, mulai dari normalisasi sungai dan saluran, pengendalian tata ruang, penguatan mitigasi desa, hingga update sistem peringatan dini yang memerlukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Sehingga dukungan anggaran, kewenangan, dan teknis dapat berjalan sinergis,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, David mengapresiasi kinerja Bupati Jember terkait capaian Universal Health Coverage (UHC) dengan prosentase lebih dari 98 persen. Selain itu, rencana pelaksanaan layanan jemput bola atau home care yang akan dimulai pada Januari 2026. Namun ia mengingatkan hal tersebut perlu perencanaan yang matang.
“Yang kami ingatkan bahwa program ini tentu membutuhkan perencanaan yang matang dari semua elemen agar implementasinya benar-benar bisa menjawab keluhan dan kebutuhan masyarakat untuk membuktikan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat,” urainya.
Fraksi NasDem juga mendorong penuh agar Pemkab Jember mengembangkan Bandara Notohadinegoro. Ia berharap agar Pemkab Jember aktif berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura tentang pengembangan potensi pengelolaan bandara secara profesional.
“Karena dengan pengelolaan yang tepat, bandara tidak hanya menjadi fasilitas transportasi strategis, tetapi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk Jember,” pungkasnya.


A WordPress Commenter says: