Fraksi Golkar Amanah Sebut Harmonisasi Bupati-Wabup Jember Sangat Urgen

Fraksi Golkar Amanah Sebut Harmonisasi Bupati-Wabup Jember Sangat Urgen

DPRD JEMBER — Fraksi Golkar Amanah DPRD Jember kembali menyuarakan pentingnya harmonisasi hubungan Bupati Jember Muhammad Fawait dengan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto.

Menurut juru bicara Fraksi Golkar Amanah, Sujarwo Adiono, perjalanan Pemerintah Kabupaten Jember di periode ini masih panjang, sehingga dituntut keutuhan dan kesatuan visi yang kokoh, terutama di level pimpinan cita-cita bersama tercapai.

“Oleh karena itu, kami melihat urgensi untuk merekatkan kembali hubungan yang sempat mengalami dinamika, mengingat harmonisasi di pucuk pimpinan adalah fondasi utama bagi stabilitas dan kemajuan daerah,” ujarnya saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi terhadap Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD Jember, Jumat (14/11/2025).

Sujarwo menambahkan, sebagai wujud dari komitmen kebersamaan dan kerekatan hubungan  tersebut, pemasangan gambar Bupati dan Wakil Bupati, secara berdampingan pada seluruh media komunikasi publik, baik baliho maupun banner kegiatan kedinasan, merupakan langkah simbolis yang sangat bermakna.

“Representasi visual ini bukan sekadar formalitas, melainkan penegasan pesan politik, tentang persatuan dan kepemimpinan kolektif yang dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat dan birokrasi,” urainya.

Sujarwo  mengingatkan bahwa setiap gejolak yang terjadi pada level pimpinan, membawa dampak psikologis terhadap iklim kerja di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajarannya. Katanya, suasana yang kurang kondusif dapat menggerus semangat dan optimalnya kinerja aparatur pemerintahan.

“Dengan demikian, kerukunan dan kekompakan antara bupati dan wakil bupati, merupakan prasyarat mutlak untuk menciptakan ekosistem arah pemerintahan yang sehat, dinamis, dan sejuk,” jelasnya.

Sujarwo mendorong dan berharap dengan tulus agar kedua sosok  pemimpin Jember itu dapat duduk bersama, berkomunikasi secara produktif, dan memulai babak baru yang penuh sinergi.

“Hanya dengan kolaborasi yang solid, percepatan pembangunan Jember di segala bidang dapat diwujudkan, untuk mencapai kesejahteraan yang kita cita-citakan bersama bagi seluruh masyarakat Jember,” terangnya.

Selain itu, Sujarwo juga menyampaikan bahwa dalam konteks optimalisasi pelaksanaan pembangunan, sangat penting pendistribusian pekerjaan konstruksi baik gedung maupun infrastruktur sipil secara lebih proporsional sepanjang tahun anggaran.

Katanya, konsentrasi pekerjaan yang berpusat di akhir tahun seringkali terkendala waktu dan cuaca, yang berpotensi mempengaruhi mutu hasil akhir.

“Dengan mengatur ulang siklus pelaksanaan menjadi lebih awal  dan  merata,  kita  bukan  hanya  dapat  mengantisipasi gangguan cuaca, tetapi juga menciptakan ruang untuk pengawasan yang lebih ketat, efisiensi anggaran, serta kualitas pengerjaan yang lebih terjamin,” pungkasnya.