Bangun Birokrasi yang Kuat, Bupati Jember Minta Tambahan Kuota CPNS

Bangun Birokrasi yang Kuat, Bupati Jember Minta Tambahan Kuota CPNS

DPRD Jember – Bupati Jember Jawa Timur Muhammad Fawait terus berupaya mendorong terciptanya birokrasi yang kuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya adalah mengusulkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) agar kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk Jember ditambah.

Gus Bupati, sapaan akrabnya, menemui langsung Menteri PANRB di Jakarta beberapa waktu lalu untuk mengusulkan penambahan kuota CPNS tersebut. Katanya, hal ini penting agar pelayanan publik nanti lebih berkualitas dan merata.

“Langkah ini bukan hanya soal formasi pegawai tapi tentang bagaimana kami bisa menghadirkan pelayanan publik yang lebih kualitas, cepat dan merata untuk seluruh masyarakat Jember,” ucapnya saat Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD Kab. Jember, Senin (10/11/2025).

Gus Bupati menambahkan, selain mengusulkan penambahan kuota CPNS, pihaknya juga memperjuangkan nasib ribuan pegawai honorer kategori R4. Kata Gus Bupati, di hadapan Menteri PANRB, dirinya menyampaikan aspirasi  3.378 tenaga honorer di Kabupaten Jember yang saat ini tengah menunggu kepastian.

Ia mendorong sang menteri agar mengakomodasi 3.378 tenaga honorer melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) paruh waktu.

“Bagi kami memperjuangkan nasib tenaga kerja pemerintah adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan birokrasi yang lebih kuat, humanis, dan bermanfaat,” urainya.

Usulan penambahan kuota CPNS dan akomodasi tenaga honorer dengan skema paruh waktu, semata-ama dimaksudkan agar birokrasi kuat, dan pelayan kepada masyarakat lebih merata.

Selain itu, Gus Bupati juga berkomitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat yang diwujudkan dengan program Bunga Desaku. Bunga Desaku adalah akronim dari Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan.

“Melalui program Bunga Desaku, berbagai pelayanan publik turun ke tengah masyarakat mulai dari kesehatan, administrasi, pengelolaan hingga layanan perizinan,” tambahnya.

Sekadar diketahui, program Bunga Desaku, yang digagas Bupati Fawait sebagai agenda unggulan Pemerintah Kabupaten Jember, bertujuan mendekatkan pelayanan publik ke tingkat desa sambil memperkuat kebersamaan antara ulama (tokoh agama) dengan umaro.

Oleh karena itu, dalam Bunga Desaku, Gus Bupati dan jajarannya tidak hanya menyediakan berbagai pelayanan, tapi juga mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh pesantren.

Gus Bupati tidak  hanya mengantor di desa/kelurahan tapi juga bermalam di lokasi yang menjadi tujuan Bunga Desaku.