Komisi B Ragukan Efektifitas Program Gerobak Cinta
Komisi B Ragukan Efektifitas Program Gerobak Cinta

DPRD JEMBER – Rencana Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Jember untuk memberikan gerobak terhadap para pelaku UMKM yang dikemas dengan program Gerobak Cinta, diragukan efektifitasnya oleh anggota Komisi B DPRD Kab. Jember, Nurhuda Candra Hidayat, S. Sos, M.KP.
Menurutnya, dari 1.282 calon penerima gerobak, sangat mungkin sebagian besar sudah memiliki gerobak yang mereka gunakan berjualan selama ini. Sebab, data penerima gerobak itu didasarkan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, tertanggal 5 Februari 2025.
“Jadi bukan data lapangan tapi data berdasarkan DTSEN Kementerian Sosial. Maka seharusnya Diskopum lebih selektif dalam menetapkan penerima gerobak itu,” ucapnya saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi B bersama Diskopum di gedung DPRD Jember, Selasa (4/11/2025).
Ia mengaku khawatir, distribusi gerobak itu itu nanti akan muspro alias tidak berguna bagi sebagian penerima manfaat lantaran mereka sudah punya gerobak sendiri. Bahkan bisa jadi akhirnya diperjual-belikan.
“Jadi mengapa harus dipaksakan seragam. Kalau mereka sudah punya gerobak sendiri yang boleh jadi lebih bagus dari gerobak cinta, kan tidak ada gunanya, bahkan bisa dijual kepada orang lain,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Candra, jika semangat program Gerobak Cinta itu adalah meningkatkan pengembangan UMKM, maka sasaran distribusi gerobak itu tidak hanya pada mereka yang sudah punya usaha, tapi juga generasi milenial yang punya semangat tinggi untuk berusaha. Dengan demikian, program Gerobak Cinta itu menciptakan lapangan kerja, bukan hanya meningkatkan usaha UMKM yang memang sudah jalan.
“Untuk menumbuhkan UMKM, salah satunya adalah menciptakan pelaku-pelaku UMKM baru, kemudian difasilitasi dengan gerobak, jadi bukan hanya UMKM yang sudah ada,” terangnya.
Di atas semua itu, Candra berharap agar warna gerobaknya tidak seragam pink yang notabene identik dengan warna pasangan Gus Fawait-Djoko Susanto saat kampanye, sehingga tidak terkesan ada kampanye terselubung.
“Itu seolah-olah kampanye terselubung untuk masa selanjutnya,” pungkas Candra.
Sementara itu, Kepala Diskopum Kabupaten Jember, Sartini mengatakan bahwa penyeragaman ukuran gerobak dimaksudkan agar nanti tampak rapi. Ia lalu mencontohkan penataan UMKM di Madiun, yang cukup bagus: semua sama dan rapi.
“Harapan kita terkait dengan program Gerobak Cinta itu ‘kan seperti itu, tapi ternyata saudara-saudara kita itu agak susah, mohon maaf, agak susah diatur untuk diseragamkan,” ucapnya.
Sartini menambahkan, sesungguhnya cita-cita besar di balik program Gerobak Cinta itu adalah tertatanya pusat makanan dan minuman dengan nuansa wisata, selain pemberdayaan UMKM, tentu.
“Kalau semuanya seragam dengan ukuran yang sama, luasan jualannya sama, itu rapi, pak. Karena kita ingin membuat food street sebenarnya,” pungkas Sartini.


A WordPress Commenter says: