DPRD Jember Dorong Penyaluran Program Gerobak Cinta Lebih Tepat Sasaran
DPRD Jember Dorong Penyaluran Program Gerobak Cinta Lebih Tepat Sasaran

DPRD JEMBER – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Nurhuda Candra Hidayat, S. Sos, M. KP, meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Jember untuk melakukan seleksi yang lebih ketat dalam penyaluran bantuan Gerobak Cinta.
Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Diskopum pada Selasa, 4 November 2025 di DPRD Jember.
Nurhuda menilai, program bantuan tersebut seharusnya diberikan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang benar-benar membutuhkan sarana penunjang usaha.
Ia khawatir ada penerima yang sebenarnya sudah memiliki gerobak dengan kondisi baik namun tetap mendapatkan bantuan baru.
“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran. Jangan sampai pelaku usaha yang gerobaknya masih layak justru mendapat bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan malah terlewat,” ujarnya.
Politikus PKB itu menambahkan, proses penyaluran bantuan Gerobak Cinta dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden.
Dari hasil verifikasi yang telah dilakukan pemerintah daerah, tercatat sebanyak 1.282 penerima dinyatakan lolos dan berhak memperoleh bantuan gerobak seragam.
Namun demikian, Nurhuda tetap menekankan perlunya proses seleksi lanjutan agar tidak terjadi penyalahgunaan bantuan.
“Kalau tidak dilakukan verifikasi mendalam, bisa saja bantuan ini disalahgunakan atau bahkan diperjualbelikan,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember, Sartini, menyambut baik masukan dari Komisi B DPRD Jember. Ia menegaskan bahwa program Gerobak Cinta tidak semata-mata sebagai bantuan fisik, melainkan juga sebagai upaya pemerintah untuk menata kawasan usaha kecil agar lebih tertib dan menarik.
“Tujuan utama program ini adalah menata kembali para pelaku UMKM, terutama yang berjualan di kawasan publik, supaya area usaha terlihat rapi dan seragam,” jelas Sartini.
Sartini juga memaparkan bahwa pada tahap awal pendataan, jumlah pedagang yang berminat menempati area Alun – Alun Jember Nusantara hanya sekitar 200 orang.
Namun setelah dilakukan pendataan ulang dan verifikasi di lapangan, jumlahnya meningkat menjadi 258 pedagang.
“Kami terus melakukan pembaruan data agar tidak ada pedagang yang terlewat, dan semua proses berjalan transparan,” tambahnya.
DPRD berharap ke depan, proses penyaluran bantuan semacam ini bisa dilakukan lebih selektif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan organisasi pelaku UMKM, agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi antara DPRD serta Diskopum, diharapkan Gerobak Cinta dapat menjadi program yang efektif dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan mempercantik wajah kawasan usaha di Kabupaten Jember.***


A WordPress Commenter says: