Potensi Wisata Jember Belum Tergarap Maksimal, DPRD Desak Pemerintah Siapkan Strategi Pengembangan
Potensi Wisata Jember Belum Tergarap Maksimal, DPRD Desak Pemerintah Siapkan Strategi Pengembangan

DPRD JEMBER – Sektor pariwisata di Kabupaten Jember dinilai masih belum dikelola secara optimal.
Padahal, daerah ini memiliki kekayaan alam dan budaya yang berpotensi besar menjadi daya tarik wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Anggota Komisi B DPRD Kab. Jember, Nur Huda Candra Hidayat S.Sos., M.KP, menilai bahwa kurangnya perhatian terhadap pengembangan pariwisata telah membuat Jember belum memiliki identitas atau Brand wisata yang kuat di tingkat nasional maupun internasional.
“Sampai saat ini, Jember belum memiliki ciri khas pariwisata yang bisa dijual ke luar daerah atau bahkan dunia,” ungkap Candra, Kamis (6 November 2025).
Salah satu contoh yang disorot Candra adalah perubahan nama salah satu destinasi wisata lokal.
Dahulu dikenal dengan nama Kampung Belgia, tempat tersebut awalnya dikonsep untuk menarik wisatawan mancanegara. Namun, kini destinasi tersebut berganti nama menjadi Sumber Wadung.
“Pergantian nama ini seolah menunjukkan bahwa arah pengembangan pariwisata kini lebih difokuskan kembali ke pasar lokal, bukan wisatawan luar negeri,” jelas politisi dari Fraksi PKB tersebut.
Menurutnya, Kampung Belgia dirancang sebagai kawasan agrowisata heritage yang memiliki nilai sejarah sekaligus potensi ekonomi tinggi. Sayangnya, potensi tersebut belum dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Candra menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember perlu menyusun strategi pengembangan pariwisata yang terpadu dan berkelanjutan.
Ia menyebut bahwa destinasi alam seperti Pantai Watu Ulo, Pantai Papuma, dan air terjun di wilayah utara Jember memiliki potensi luar biasa, namun belum terhubung dengan baik.
“Pembangunan sektor pariwisata harus terintegrasi antar titik wisata. Selain itu, perbaikan infrastruktur dan akses transportasi umum juga sangat penting untuk mendukung mobilitas wisatawan,” tuturnya.
Ia menilai bahwa, lemahnya konektivitas antar objek wisata membuat wisatawan kesulitan menjelajahi potensi Jember secara menyeluruh.
Dengan sistem transportasi yang lebih baik, wisatawan akan lebih mudah mengakses berbagai destinasi unggulan di Jember.
Selain itu, Candra juga menyoroti rencana pembukaan rute penerbangan langsung Jember–Bali, yang digagas melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Lion Group.
Menurutnya, rute ini bisa menjadi gerbang emas untuk menarik wisatawan mancanegara agar menjadikan Jember sebagai destinasi lanjutan setelah berlibur di Bali.
“Kami mendorong Dinas Pariwisata agar menangkap peluang ini dengan serius. Dengan promosi dan penataan yang baik, wisatawan asing dari Bali bisa tertarik berkunjung ke Jember,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah mampu memoles potensi wisata Jember agar lebih siap menyambut kunjungan wisatawan luar negeri.
Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai sangat penting agar sektor ini bisa tumbuh pesat.***


A WordPress Commenter says: