DPRD Jember Tegaskan Pentingnya Pengawasan Penggunaan Tenaga Nuklir oleh Lembaga Lokal
DPRD Jember Tegaskan Pentingnya Pengawasan Penggunaan Tenaga Nuklir oleh Lembaga Lokal

DPRD JEMBER – Komisi C DPRD Kabupaten Jember menekankan perlunya pengawasan ketat, terhadap sejumlah institusi di wilayahnya yang memanfaatkan tenaga nuklir dalam operasional sehari-hari.
Hanan Kukuh Ratmono, S.Pi. , anggota Komisi C DPRD Kab. Jember, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 24 institusi di Jember yang tercatat sebagai pengguna sumber radiasi nuklir dan wajib mengantongi izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
Dari keseluruhan entitas tersebut, 14 merupakan fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit, sementara sisanya terdiri dari 10 lembaga di sektor industri.
“Totalnya ada 24 institusi yang menggunakan radiasi nuklir dan semuanya harus memiliki perizinan resmi. Rinciannya, 14 rumah sakit dan 10 institusi industri yang memanfaatkan teknologi iradiasi,” jelasnya saat diwawancarai pada Senin (13/10/2025) siang.
Lebih jauh, Hanan yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kab. Jember, menjelaskan pentingnya memahami perbedaan antara proses iradiasi dan kontaminasi, karena masih banyak pihak yang belum memahami perbedaan keduanya secara tepat.
“Iradiasi itu seperti saat kita melakukan rontgen – menggunakan tenaga nuklir dalam dosis tertentu namun tidak meninggalkan zat radioaktif. Sedangkan kontaminasi berarti ada zat radioaktif yang menempel atau tersebar,” paparnya.
Ia menyampaikan bahwa penerapan teknologi nuklir kini semakin meluas dan tidak bisa dihindari, baik di bidang medis maupun industri.
Meskipun begitu, Hanan menekankan bahwa seluruh pemanfaatannya harus tetap berada dalam koridor pengawasan yang ketat, dengan regulasi dan sertifikasi yang jelas dari pemerintah untuk menjamin keamanan pekerja maupun masyarakat.
“Saya yakin tenaga nuklir akan menjadi bagian dari kehidupan kita ke depan. Namun, saya percaya pemerintah akan tetap mengatur penggunaannya demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya sosialisasi penggunaan tenaga nuklir ini dapat mengurangi penggunaan konsumsi tenaga gas yang saat ini terus digunakan.
“Memang bila dilihat, tenaga nuklir ini bisa menjadi alternatif yang baik untuk kehidupan masyarakat. Pasalnya sudah banyak negara yang memanfaatkannya sebagai sumber pemenuhan kebutuhan, dan kini Indonesia tengah bersiap memanfaatkannya,” tutupnya.***


A WordPress Commenter says: