DPRD Jember Desak Evaluasi Lelang Proyek di Bawah 80 Persen Demi Jaga Kualitas Pembangunan

DPRD Jember Desak Evaluasi Lelang Proyek di Bawah 80 Persen Demi Jaga Kualitas Pembangunan

DPRD JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mendorong Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) untuk meninjau ulang hasil lelang proyek, khususnya terhadap rekanan yang mengajukan penawaran di bawah 80 persen dari nilai pagu anggaran.

Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kab. Jember, Ardi Pujo Prabowo, pada Selasa (7 Oktober 2025), usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama UKPBJ dan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kab. Jember.

Menurut Ardi, dari 27 penyedia jasa yang telah diumumkan sebagai pemenang tender, sebagian di antaranya memenangkan proyek meski mengajukan harga di bawah 80 persen.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRD, mengingat potensi risiko penurunan kualitas pekerjaan.

“Kami mempertanyakan mengapa rekanan dengan penawaran rendah bisa tetap lolos. Padahal sebelumnya kami berharap agar penawaran minimal berada di angka 80 persen atau lebih,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penawaran terlalu rendah berpotensi berdampak pada mutu hasil pekerjaan. Oleh karena itu, DPRD mendorong evaluasi menyeluruh terhadap rekanan yang terpilih dalam kondisi demikian.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengingatkan bahwa, Peraturan Presiden (Perpres) telah memberikan ruang bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan evaluasi lanjutan terhadap pemenang tender yang penawarannya di bawah ambang batas tersebut.

Jika ditemukan kekurangan, hasil evaluasi tersebut bisa dikembalikan ke UKPBJ untuk ditindaklanjuti.

“Kami ingin proses pengadaan berjalan dengan transparan dan sesuai aturan. Tidak boleh ada kelalaian yang berdampak pada kualitas pembangunan,” tegas Ardi.

Di sisi lain, ia meminta DPUBMSDA untuk segera mempercepat proses pemilihan dan pelaksanaan proyek, mengingat waktu yang tersisa hanya sekitar dua bulan.

“Kami tidak akan menyebut nama-nama pemenang, tetapi bila ada rekanan yang punya rekam jejak buruk, seharusnya tidak diloloskan. Pengalaman sebelumnya membuktikan, proyek multiyears banyak yang rusak meski belum genap setahun,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar percepatan ini memperhatikan musim hujan yang sedang berlangsung, karena bisa memengaruhi mutu pekerjaan lapangan.

“Kondisi cuaca sekarang cukup ekstrem. Ini juga harus menjadi pertimbangan serius dalam proses pengerjaan proyek,” pungkasnya.