Dorong Akses Udara dan Pariwisata, DPRD Jember Usulkan Perluasan Landasan Bandara Notohadinegoro
Dorong Akses Udara dan Pariwisata, DPRD Jember Usulkan Perluasan Landasan Bandara Notohadinegoro
DPRD JEMBER – Seiring dengan dibukanya kembali penerbangan komersial rute Jember–Jakarta, DPRD Kab. Jember mulai menggencarkan upaya untuk meningkatkan kapasitas Bandara Notohadinegoro.
Salah satu usulan yang mencuat adalah perpanjangan landasan pacu (runway) guna mendukung pendaratan pesawat berbadan besar.
Ketua Komisi C DPRD Kab. Jember, Ardi Pujo Prabowo, menyebut bahwa kehadiran penerbangan langsung menuju ibu kota merupakan momentum penting dalam membuka peluang investasi dan mempercepat konektivitas wilayah.
“Saat ini memang baru pesawat jenis ATR 72-500 yang bisa beroperasi di Bandara Jember. Namun kami ingin ke depannya, pesawat yang lebih besar juga dapat mendarat di sini,” ujar Ardi saat dihubungi pada Kamis, 25 September 2025.
Ia menegaskan bahwa perpanjangan runway menjadi kunci utama dalam pengembangan bandara agar mampu menampung pesawat berkapasitas lebih besar, termasuk jenis Airbus.
Untuk itu, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, guna mendorong realisasi proyek ini.
Ardi juga berharap aspirasi daerah ini bisa segera disampaikan kepada pihak-pihak terkait, seperti PTPN dan Angkasa Pura, yang merupakan mitra kerja Komisi VI.
Ia menilai bahwa peningkatan infrastruktur bandara bukan hanya soal transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi dan pariwisata Jember.
Di luar isu bandara, politisi Partai Gerindra itu turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Perhutani, seiring terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang kemitraan pengelolaan kawasan hutan.
“Selain infrastruktur penerbangan, kami juga mendorong sinergi pariwisata. Salah satunya dengan mengintegrasikan destinasi wisata seperti Papuma dan Watu Ulo dalam satu paket kunjungan,” tuturnya.
Menurutnya, potensi wisata alam Jember sangat besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan. Jika transportasi udara dan objek wisata bisa terhubung secara strategis, maka Jember akan semakin menarik bagi wisatawan maupun investor.
“Bandara yang representatif dan destinasi yang tertata bisa menjadi kekuatan besar untuk menarik kunjungan. Ini bukan hanya soal wisata, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” pungkasnya.


A WordPress Commenter says: