Penerbangan Komersial Jember–Jakarta Resmi Dibuka, DPRD Sebut Momentum Strategis untuk Ekonomi Daerah

Penerbangan Komersial Jember–Jakarta Resmi Dibuka, DPRD Sebut Momentum Strategis untuk Ekonomi Daerah

 

DPRD JEMBER – Bandara Notohadinegoro Jember kembali mengukir sejarah. Setelah bertahun-tahun vakum, penerbangan komersial dari Jember menuju Jakarta akhirnya resmi beroperasi kembali mulai 23 September 2025.

Kehadiran rute ini disambut antusias oleh berbagai pihak, termasuk DPRD Kab. Jember yang menyebutnya sebagai langkah penting dalam membuka gerbang pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Komisi C DPRD Kab. Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai aktifnya kembali bandara ini bukanlah proses yang singkat maupun mudah. Ia menyebut proses reaktivasi memerlukan perjuangan panjang sejak bandara nyaris tak beroperasi sama sekali.

“Ini bukan hal yang sederhana. Setelah sekian lama vakum, kini Bandara Notohadinegoro kembali beroperasi dengan rute yang sangat strategis, yakni Jakarta,” ujar Ardi saat ditemui di lokasi bandara, Selasa September 2025.

Ardi menambahkan, dibukanya jalur Jember–Jakarta akan memberikan dampak positif, terutama dalam menarik investor untuk berinvestasi di wilayah Jember. Aksesibilitas yang lebih mudah diyakini akan mempercepat perputaran bisnis dan mendorong sektor pariwisata lokal.

Ia juga menjelaskan bahwa sempat terjadi beberapa kali penjadwalan ulang penerbangan, dari yang direncanakan pada 10 dan 18 September, hingga akhirnya benar-benar terlaksana pada 23 September.

Menurutnya, penundaan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor teknis seperti kesiapan armada, personel bandara, perizinan, hingga regulasi dari Kementerian Perhubungan.

“Kami tidak ingin terburu-buru. Lebih baik ditunda daripada dipaksakan tapi belum memenuhi syarat keselamatan dan administratif,” tegasnya.

Politisi dari Partai Gerindra itu juga mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Jember dan seluruh pihak yang terlibat dalam membuka kembali konektivitas udara Jember–Jakarta.

“Ini bukan hanya soal penerbangan, tapi soal membuka akses ekonomi dan mempromosikan potensi Jember ke tingkat nasional,” tuturnya.

Dengan dibukanya jalur ini, diharapkan geliat ekonomi Jember semakin tumbuh dan menarik perhatian lebih banyak investor serta wisatawan.

Ia menambahkan, dengan kondisi ini maka para investor lebih mudah untuk berbisnis di Jember dan memudahkan pertumbuhan ekonomi.

“Ini akan menjadi multiplayer effect yang besar, karena investor masuk pertumbuhan ekonomi berputar dan potensi Jember akan semakin dikenal,” tutupnya.***