Hadapi Pengurangan Dana Pusat, DPRD Jember Usulkan Inovasi PAD dari Sektor Wisata

Hadapi Pengurangan Dana Pusat, DPRD Jember Usulkan Inovasi PAD dari Sektor Wisata

 

DPRD JEMBER – Potensi berkurangnya anggaran transfer pusat ke daerah, DPRD meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebab, informasi yang masuk pengurangan anggaran transfer pusat ke daerah kurang lebih 20 persen atau Rp600 miliar akan berdampak besar.

Maka, perlu langkah yang taktis untuk memaksimalkan menutupi pengurangan anggaran tersebut. Salah satunya melalui peningkatan PAD.

“Kami menyarankan agar peningkatan PAD ini salah satunya melalui potensi wisata. Karena daerah diharapkan bisa berinovasi lebih untuk menumbuhkan perputaran ekonomi,” ujar Wakil Ketua DPRD Kab. Jember Widarto saat dikonfirmasi, Kamis, 18 September 2025.

Untuk meningkatkan PAD, Widarto menegaskan jangan sampai mengambil kebijakan dengan meningkatkan pajak daerah.

“Pasalnya saat ini masyarakat kita tengah sulit, maka jangan sampai ada retribusi pajak yang dinaikkan. Tetapi ada banyak sektor lain yang bisa dimaksimalkan,” paparnya.

Solusinya menurut Widarto, dengan memaksimalkan potensi wisata yang ada di Jember.

“Caranya bisa lebih mudah, dengan Bupati Jember Muhammad Fawait harus bisa duduk bersama dengan beberapa Perguruan Tinggi seperti Universitas Jember, Polije, Unmuh dan UIN serta beberapa kampus lainnya,” imbuhnya.

“Karena kami menilai jika setiap kali wisuda kurang lebih 3000 mahasiswa lulus, maka perlu dimanfaatkan. Dengan melakukan penataan proses wisudanya,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyampaikan, kalau seharusnya proses yudisium dan wisuda ini jaraknya dirapatkan.

“Bila ini bisa dirapatkan harinya, maka masing-masing orang tua wisudawan ini bisa lebih lama di Jember dan bisa menikmati wisata yang ada,” tegasnya.

Dengan begitu menurutnya, perputaran ekonomi di Jember akan semakin kencang dan peningkatan PAD dari berbagai sektor ini meningkat.

“Misalnya hotel, homestay dan tempat makan hingga tempat-tempat wisata di Jember akan meningkat okupansinya,” tuturnya.

“Langkah ini bisa diambil oleh Pemkab Jember, dengan kebijakan yang dikeluarkan nantinya sangat strategis dan tanpa menggunakan biaya apa pun,” paparnya.

Namun, kebijakan ini harus juga diimbangi dengan penataan potensi wisata yang ada di Jember.

“Sehingga minat para pendatang atau orang tua mahasiswa yang ke Jember, bisa menikmati wisata dan tidak pulang dengan rasa kecewa,” tegasnya.

Ia menambahkan, kalau ini berjalan dengan baik maka PAD Jember akan meningkat dengan sendirinya melalui berbagai sektor.***