Gus Fawait Sebut Angka Kemiskinan di Jember Turun, Ini Tanggapan DPRD Jember

Gus Fawait Sebut Angka Kemiskinan di Jember Turun, Ini Tanggapan DPRD Jember

DPRD JEMBER – Wakil Ketua DPRD Kab. Jember, Widarto SS, mengungkapkan kegembiraannya terkait dengan kabar yang disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait bahwa angka kemiskinan di Jember mengalami penurunan.

“Kalau betul, atau angka (kemiskinan) absolutnya turun 8 ribu jiwa, maka kita bersyukur, kalau betul,” ungkapnya saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Jember, Kamis (18/9/2025).

Widarto mengaku hanya mendengar kabar tersebut yang sumbernya berasal dari pihak eksekutif, bukan dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Namun pihak eksekutif sudah mengumumkan bahwa angka kemiskinan di Jember turun 0,34 persen dari 9,01 persen di tahun 2024 sehingga menjadi 8,67 persen di tahun 2025.

“Sekali lagi saya belum membaca rilisnya BPS, baru rilisnya eksekutif,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam acara Pro Gus’e, Kamis (18/9/2025) malam, Gus Fawait, sapaan Bupati Jember, mengundang pimpinan media dan wartawan di ruang Lobi Kantor Bupati Jember untuk menyampaikan sejumlah perkembangan terkini, salah satunya adalah soal angka kemiskinan.

Bupati Jember yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Regar Jeane Dealan Nangka menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Jember saat ini turun 0,34 persen.

“Saya baru saja menyelesaikan rapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember. Dan itulah hasil datanya,” ucap Regar.
Angka penurunan kemiskinan tersebut,  terjadi setelah Gus Fawait menjadi Bupati Jember. Kata Regar, Gus Fawait  berhasil menurunkan angka kemiskinan pada tingkat terendah dalam satu dekade terakhir.

“Data terbaru menunjukkan bahwa dalam tujuh bulan kepemimpinannya, Gus Bupati beserta tim berhasil menurunkan angka kemiskinan absolut. Dari sebelumnya sebesar 224.077 jiwa, kini menjadi 216.076 jiwa,” ujarnya.
Regar menambahkan, angka kemiskinan turun secara bertahap dari 9,01 persen di tahun 2024, menjadi 8,67 persen di tahun 2025.

“Ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 0,34 persen,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Regar juga membeberkan tingkat inflasi Jember yang relatif terkendali pada level 2,06 persen. Angka ini berada di bawah level Jawa Timur dan Nasional.

Katanya, pertumbuhan ekonomi lokal dan investasi menguat, salah satunya karena dukungan pemerintah melalui program yang memacu pertumbuhan lapangan kerja seperti padat karya, dan beragam lainnya, termasuk program UHC dan beasiswa Pemkab Jember.

“Tantangan utama ke depan bagaimana menjaga keberlanjutan penurunan ini (kemiskinan, Red) sambil menjaga kesenjangan pendapatan. Kami akan terus fokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan membuka akses bagi pelaku usaha kecil,” pungkas Regar.