Wakil Ketua DRPD Jember Sebut Peningkatan Sektor Pertanian Beriringan dengan Sektor Pariwisata

Wakil Ketua DRPD Jember Sebut Peningkatan Sektor Pertanian Beriringan dengan Sektor Pariwisata

DPRD JEMBER – Sektor pertanian menempati urutan pertama dalam berkontribusi bagi Produk Domestik Regional Bruto (PBRD) tahun 2024 di Kabupaten Jember, yakni sebanyak 26,4 persen.  Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember harus banyak memberikan perhatian lebih pada sektor pertanian, yang di dalamnya juga ada  perkebunan.

“Karena faktanya, pertumbuhan ekonomi kita, PDRB kita masih banyak dipengaruhi oleh sektor pertanian menurut jenis lapangan usaha, baru kemudian 21,59 persen disumbang oleh industri pengolahan, dan seterusnya,” ujar Wakil Ketua DPRD Kab. Jember, Widarto, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Jember, Kamis (18 September 2025).

Widarto menekankan betapa pentingnya pertanian berbasis wilayah. Bukan hanya soal produk keunggulan di masing-masing wilayah namun basis data produksi di tiap-tiap wilayah juga harus jelas.

Katanya, jika data produksi jelas, maka seharusnya tidak ada over produksi. Kalau tidak ada over produksi, maka logikanya tidak ada harga yang jatuh ketika musim panen.

“Karena antara suplay dan demand, itu terukur betul sehingga tidak ada produksi yang melimpah, sehingga harganya jatuh,” terangnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember tersebut menegaskan, untuk meningkatkan pendapatan di sektor pertanian, sesungguhnya juga bersinggungan pariwisata. Sebab jika berbicara peningkatan UMKM maka beriringan dengan pembahasan pariwisata.

Ketika orang berkunjung ke Jember mestinya juga membelanjakan uangnya di sektor UMKM. Begitu juga di sektor pertanian dan perkebunan, juga katut. Wisatawan mesti butuh kuliner yang bahan bakunya rata-rata dari perikanan dan hasil pertanian.

“Sehingga kalau sektor pariwisata bisa digenjot seharusnya juga bisa menopang sektor yang lain (pertanian). Ini sekaligus masukan buat eksekutif,” jelasnya.

Menurut Widarto, prospek peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata sekaligus pertanian cukup bagus.

Katanya, wisatawan Jember sudah ada dan pasti. Paling tidak, dalam setahun ada beberapa kali wisuda yang dilakukan oleh sejumlah perguruan tinggi di Jember. Tiap tahun ada ribuan mahasiswa yang diwisuda. Banyak di antara mereka berasal dari luar Jember. Dan itu potensi pasar yang cukup bagus.

“Tinggal bagaimana pemerintahan daerah dengan pimpinan universitas yang ada di Kabupaten Jember duduk bareng (untuk membahas potensi tersebut),” ucapnya.

Setiap mahasiswa yang diwisuda diyakini menghadirkan keluarganya. Namun sayangnya mereka tinggal di Jember hanya satu malam menjelang wisuda keesokan harinya.

“Harusnya ada duduk bareng antara pemerintah daerah dengan pimpinan universitas bagaimana yudisium tidak di hari Rabu atau Kamis, tapi Jumat. Waktu yudisium dimepetkan dengan wisuda, misalnya hari Sabtu. Sehingga keluarga wisudawan tinggal di Jember bisa lebih lama. Dengan demikian maka mereka akan ‘membakar’ uangnya di Jember,” pungkas Widarto.