Percepatan Pembukaan Jalur Gumitir, DPRD Jember Sebut Perputaran Ekonomi Hidup Kembali
Percepatan Pembukaan Jalur Gumitir, DPRD Jember Sebut Perputaran Ekonomi Hidup Kembali

DPRD JEMBER – Akses vital Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi dipastikan kembali dapat digunakan oleh masyarakat mulai Kamis, 4 September 2025, pada dini hari.
Pembukaan ini dilakukan lebih cepat sekitar 20 hari dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan, yakni 24 September 2025.
Langkah percepatan ini disambut baik oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kab. Jember, David Handoko Seto.
Ia memberikan apresiasi kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Prov. Jawa Timur, dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan proyek tersebut.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada BBPJN dan semua pihak yang telah bekerja keras. Ini sesuai dengan harapan kami saat pembahasan sebelumnya di lokasi, agar jalur ini bisa difungsikan lebih cepat,” ujar David saat ditemui pada Selasa sore, 2 September 2025.
Menurut David, keberadaan Jalur Gumitir memiliki peran strategis sebagai jalur utama distribusi barang dan sarana pergerakan masyarakat antarwilayah.
Dengan dibukanya kembali jalur tersebut, ia berharap kegiatan ekonomi antara Jember dan Banyuwangi bisa kembali bergairah.
“Akses ini bukan sekadar penghubung, tetapi juga penentu kelancaran logistik dan perputaran ekonomi warga,” jelas politisi Partai NasDem tersebut.
Meski akses jalan sudah kembali dibuka, David tetap mengingatkan para pengguna untuk berhati-hati.
Ia menekankan bahwa sebagian pekerjaan teknis masih berlangsung dan kondisi jalur belum sepenuhnya selesai 100%.
“Secara umum sudah aman untuk dilewati. Tapi kami minta aparat kepolisian serta Dinas Perhubungan tetap melakukan pemantauan. Jangan sampai karena merasa lega, pengguna jalan jadi abai. Apalagi saat ini jalurnya terlihat lebih lebar dan terbuka,” jelasnya.
David juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait progres keseluruhan dari kontraktor pelaksana, yakni PT Rajendra.
Namun, informasi soal tanggal pembukaan jalur telah diputuskan melalui rapat koordinasi antara BBPJN dan Dinas Perhubungan.
“Yang terpenting, masyarakat kini bisa kembali beraktivitas seperti biasa, dan konektivitas antarwilayah pun kembali lancar. Ini sangat krusial bagi pemulihan ekonomi lokal,” tegasnya.
Sebagai informasi, proyek peningkatan dan penanganan longsor di Jalur Gumitir dimulai pada Juli 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp15,7 miliar.
Dana tersebut berasal dari alokasi pemerintah pusat dan difokuskan untuk memastikan keamanan serta kelayakan jalur penghubung utama antara dua kabupaten tersebut.***


A WordPress Commenter says: