Reses di Jenggawah Jember, Gus Fuad Dapat Keluhan Akses Jalan ke Pinggir Sawah

Reses di Jenggawah Jember, Gus Fuad Dapat Keluhan Akses Jalan ke Pinggir Sawah

DPRD JEMBER – Salah satu yang menjadi kendala di sektor pertanian adalah tidak adanya jalan untuk kendaraan roda empat yang bisa mengakses langsung ke pinggir sawah. Sehingga ongkos produksi bertambah karena harus membayar jasa angkut manusia untuk mengangkut hasil panen. Memang tidak semua begitu, tapi ini menjadi keluhan sebagian banyak petani.

Hal tersebut merupakan keluhan masyarakat yang mengikuti  reses anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kab. Jember  Fuad Akhsan di Dusun Krajan Desa Sruni  Kecamatan Jenggawah, Sabtu (30 Agustus 2025).

Menurut Gus Fuad, sapaan akrabnya, keluhan tersebut menjadi keluhan banyak petani, namun belum direspons secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Gus Fuad menyebutnya dengan istilah jalan usaha tani (JUT). Katanya, JUT  khususnya yang ada di Desa Sruni masih  berupa jalan tanah sehingga jika turun hujan lebat turun, maka rawan berlumpur, dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Insyaallah bisa kami usahakan, karena ini memang kebutuhan petani. Jadi JUT itu sangat penting agar dalam mengangkut hasil tani lebih mudah. Jalannya sudah ada, tinggal diaspal, atau dikasih paving saja ,” ucapnya di sela-sela reses.

Usulan lain yang muncul dari di reses yang mengusung tema “Kolaborasi dalam Mewujudkan Kemajuan Berintegritas” itu adalah usulan penerangan jalan umum (PJU). Kata Gus Fuad, PJU sama pentingnya dengan keberadaan jalan. Sebab, jika jalan tidak dipasangi PJU, maka fungsinya kurang maksimal di malam hari, bahkan bisa rawan terjadinya kejahatan.

“Semoga semuanya bisa ditangani. Tapi yang pasti kami menjadi penampung aspirasi sekaligus bertanggung jawab untuk menyampaikannya ke pihak Pemkab,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kab. Jember itu menambahkan, saat ini pemerintah bertekad untuk mencapai swasembada pangan. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah harus mencukupi kebutuhan-kebutuhan yang mendukung lahirnya swasembada pangan, termasuk kecukupan pupuk subsidi. Sebab, jika yang diinginkan adalah swasembada pangan, maka tentu hal-hal yang terkait dengan pertanian harus dicukupi.

“Kalau misalnya pupuk subsidi kurang, air juga kurang, saluran irigasi juga jelek, bagaimana bisa bagus hasil panennya,” katanya..

Dalam kesempatan itu, Gus Fuad mendorong masyarakat dan pemerintah desa agar berkolaborasi dengan  Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun infrastruktur. Sebab, memang tidak bisa masyarakat dan pemerintah desa bergerak sendiri untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur karena anggarannya terbatas.

“Kami siap menjembatani. Jadi aspirasi-aspirasi yang ada bisa disampaikan kepada kami,” jelasnya.