Progres Jalan Nasional Gunung Gumitir Capai 56 Persen, DPRD Jember Apresiasi Kerja Keras BBPJN

Progres Jalan Nasional Gunung Gumitir Capai 56 Persen, DPRD Jember Apresiasi Kerja Keras BBPJN

DPRD JEMBER – Pembangunan jalan nasional di kawasan Gunung Gumitir, yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kab. Banyuwangi, menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga saat ini, proyek strategis tersebut telah mencapai penyelesaian sebesar 56 persen.

Pihak DPRD Kab. Jember memberikan penghargaan atas percepatan yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali dalam pengerjaan proyek ini.

Proyek infrastruktur tersebut saat ini sedang berlangsung intensif di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.

Pekerja dikerahkan siang dan malam guna mengejar target percepatan penyelesaian sebelum tenggat waktu 24 September 2025.

Percepatan ini merupakan respons terhadap permintaan dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah kabupaten terkait.

Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, mengungkapkan bahwa proyek awalnya dirancang untuk rampung dalam jangka waktu dua bulan, mulai 24 Juli hingga 24 September 2025.

“Namun, percepatan dilakukan agar ruas jalan bisa dioperasikan lebih cepat. Kami menargetkan jalur ini bisa dibuka pada minggu pertama bulan September,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 27 Agustus 2025.

Sejauh ini, pekerjaan konstruksi bore pile telah diselesaikan. Saat ini, tim proyek tengah mengerjakan bagian capping beam dan fondasi agregat badan jalan.

“Setelah tahapan ini selesai, pengerjaan akan berlanjut ke tahap pengaspalan,” pungkasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kab. Jember, David Handoko Seto, memberikan tanggapan positif atas progres tersebut setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Pekerjaan bore pile sudah rampung, capping beam dan pengecoran dinding penahan juga berjalan baik. Bahkan, sebagian jalan sudah mulai diaspal dan alat berat sudah tersedia di lokasi,” imbuhnya.

David juga menyoroti dedikasi dari pihak pelaksana proyek yang menurutnya telah menunjukkan komitmen tinggi.

“Pihak rekanan menerapkan sistem kerja lembur hingga dini hari untuk mempercepat penyelesaian,” tambahnya.

Sebagai langkah akhir sebelum pengoperasian, tim dari Audit Keselamatan Jalan (AKJ) dijadwalkan akan melakukan inspeksi lapangan guna memastikan seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi.

Hanya setelah proses audit ini rampung, ruas jalan nasional tersebut akan difungsikan kembali untuk publik.***