DPRD Jember Minta Okupansi Kursi Pesawat Jember-Jakarta Dijaga Agar Tetap Berlanjut

DPRD Jember Minta Okupansi Kursi Pesawat Jember-Jakarta Dijaga Agar Tetap Berlanjut

DPRD JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membuat langkah terobosan dalam mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro setelah sekian lama ‘tidur’. Bandara Notohadinegoro tidak cuma aktif, namun Bupati Jember Muhammad Fawait menginisiasi layanan penerbangan langsung Jember-Jakarta dan sebaliknya dari bandara yang terletak di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung tersebut.

Selama ini, Bandara Notohadinegoro hanya melayani penumpang dengan rute Jember-Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan sebaliknya. Walaupun sudah lama vakum

DPRD Kabupaten Jember mendukung penuh layanan penerbangan langsung Jember-Jakarta. Pasalnya, hal tersebut dapat merangsang investor untuk menanamkan investasinya di Jember, salah satunya karena sudah ada kemudahan transportasi Jember-Jakarta.

Diharapkan, hadirnya investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan ujung-ujungnya menurunkan angka pengangguran.

“Tentu manfaatnya banyak sekali, termasuk dari sisi ekonomi,” ucap Ketua DPRD Kab. Jember, H Ahmad Halim, S. Sos , Sabtu (23 Agustus 2025).

Walaupun demikian, Halim mengingatkan keberlanjutan layanan penerbangan langsung Jember-Jakarta agar dijaga dengan cara meningkatkan okupansi kursi pesawat. Sebab jika tidak, maskapai yang mengoperasikan pesawat Jember-Jakarta, bisa merugi, dan lama-kelamaan akan tutup juga.

“Harus dijaga okupansinya agar maskapai minimal tidak rugi,” tambahnya.

Karena itu, Halim mendorong Pemkab Jember agar menjalin kerja sama dengan BUMN, perusahaan swasta yang sebagian besar berbasis di Jakarta, serta lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah kabupaten sekitar, seperti Lumajang dan Bondowoso.

“Upaya ini perlu agar mereka bisa menggunakan pesawat di Notohadinegoro untuk misalnya ada keperluan ke Jakarta,” terangnya.

Halim menambahkan, pembukaan rute penerbangan langsung Jember-Jakarta juga dapat mengurangi keterisolasian Kabupaten Jember. Selama ini, Jember dianggap sebagai daerah terisolasi lantaran untuk menuju Jember tidak bisa diakses lewat udara. Sedangkan jika menggunakan transportasi darat memakan waktu yang cukup lama.

“Dengan adanya penerbangan langsung Jember-Jakarta, membuat perjalanan lebih hemat waktu, lebih efisien,”  ungkapnya.

Sebagai informasi, soft launching reaktivasi Bandara Notohadinegoro dilakukan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait bersamaan dengan peringatan HUT ke-80 RI.

Momentum ini ditandai dengan pengumuman pembukaan rute penerbangan komersial Jember-Jakarta yang bakal dimulai awal September 2025.

Penerbangan dikelola oleh maskapai Fly Jaya, dengan  menggunakan pesawat ATR 72-500, tipe pesawat twin-turboprop yang dirancang untuk rute jarak pendek.

Menurut Bupati Jember Muhammad Fawait, dipilihnya pesawat jenis ini karena sesuai dengan kondisi landasan Bandara Notohadinegoro sekaligus efisien untuk penerbangan domestik.

Untuk harga tiket, juga sudah ditentukan. Harga tiket penerbangan Jember–Jakarta dipatok antara Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta per orang.