Proyek Perbaikan Jalur Gumitir Dikebut, Pengerjaan Bored pile Hampir Rampung

Proyek Perbaikan Jalur Gumitir Dikebut, Pengerjaan Bored pile Hampir Rampung

DPRD JEMBER – PT Rajendra Pratama Jaya terus mempercepat pelaksanaan proyek perbaikan jalur Gunung Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.

Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pengeboran bored pile, yang merupakan elemen krusial dalam memperkuat fondasi jalan di area yang rawan longsor.

Menurut pelaksana proyek dari PT Rajendra Pratama Jaya, Andre Pandora, hingga 8 Agustus 2025, dari total 55 titik pengeboran yang direncanakan, sebanyak 53 titik telah berhasil diselesaikan. “Masih tersisa dua titik lagi, yang kemungkinan besar akan rampung hari ini. Kemarin juga ada penambahan lima titik bored pile dengan kedalaman mencapai 27 meter,” ungkap Andre pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Awalnya proyek ini hanya mengandalkan satu unit alat bored pile. Namun, demi mempercepat pekerjaan dan menghindari keterlambatan, kontraktor menambah satu unit alat lagi. Untuk mendukung proses tersebut, dua alat berat yakni XAPC 201 dan XAPC 781 juga dioperasikan. “Dengan dua alat pengebor, kami mampu menyelesaikan hingga empat titik per hari, termasuk pengecorannya. Syukurlah, tinggal dua titik lagi dari rencana awal,” lanjutnya.

Meskipun progres cukup cepat, terdapat penyesuaian lapangan akibat munculnya longsor yang sebelumnya tidak terdeteksi. Dari total panjang perbaikan yang semula 109 meter, kini bertambah menjadi 119 meter. “Kami tetap berkomitmen untuk mempercepat pekerjaan meski harus menyesuaikan dengan kondisi tak terduga di lapangan,” tegas Andre.

Kegiatan konstruksi berlangsung dalam intensitas tinggi. Pekerjaan dimulai pukul 08.00 pagi dan berlanjut hingga malam hari. Setelah istirahat makan siang pukul 13.00, pekerjaan dilanjutkan hingga menjelang Magrib.

Usai makan malam, tim kembali bekerja hingga pukul 22.00, bahkan kerap dilanjutkan hingga pukul 01.00 atau 02.00 dini hari.

Lokasi proyek yang berada di lereng curam dan dekat jurang membuat pekerjaan penuh tantangan. Ketika hujan turun, alat pengebor harus segera dipindahkan ke tempat aman untuk menghindari potensi longsoran.

Selain itu, sambaran petir juga menjadi ancaman serius, terutama saat proses penyambungan besi. “Jika cuaca ekstrem, terutama ada petir, pekerjaan harus dihentikan demi keselamatan pekerja,” kata Andre.

Menanggapi proyek ini, anggota Komisi C DPRD Kab. Jember, Agung Budiman, menegaskan bahwa mutu pekerjaan harus tetap dijaga. Ia menekankan pentingnya mempertahankan spesifikasi material sesuai dokumen kontrak.

“Kami meminta agar tidak ada pengurangan spesifikasi, dan kualitas harus sesuai standar, agar jalan ini bisa bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Politisi dari Partai Golkar tersebut juga mengingatkan bahwa pengecoran harus melalui serangkaian uji laboratorium untuk memastikan kualitas beton yang digunakan.

“Kami berharap seluruh isi dokumen penawaran dan kontrak benar-benar diterapkan sebagaimana mestinya di lapangan,” tambahnya.

Agung juga menjelaskan bahwa pekerjaan pabrikasi besi ditangani oleh 20 orang, sementara setiap unit bored pile dijalankan oleh tim beranggotakan lima orang.

Dengan dua unit yang beroperasi, ada 10 orang khusus di bagian pengeboran, belum termasuk kru pengoperasi alat berat.

Hingga 8 Agustus, progres pekerjaan menunjukkan deviasi sekitar 27 persen dari target.

Namun demikian, pihak pelaksana optimistis bahwa proyek ini bisa diselesaikan lebih cepat dari batas akhir 24 September, selama cuaca mendukung dan tidak terjadi kendala besar.