Tanggapi Pandangan Umum Fraksi PKB DPRD Jember, Pemkab Jember: Kami Komitmen pada Peningkatan PAD dan Pemenuhan Fasilitas Pendidikan serta Kesehatan
Tanggapi Pandangan Umum Fraksi PKB DPRD Jember, Pemkab Jember: Kami Komitmen pada Peningkatan PAD dan Pemenuhan Fasilitas Pendidikan serta Kesehatan

DPRD JEMBER – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kab. Jember memberikan banyak masukkan, terhadap pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2025.
Dalam Pandangan Umumnya, Fraksi PKB DPRD Kab. Jember meminta agar Pemkab Jember memastikan dengan ruang fiskal yang kecil bisa dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, dengan ruang fiskal yang kecil menjadi langkah untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah. “Sehingga bisa lebih akuntabel dan berorientasi pada hasil,” ujarnya saat menjawab PU Fraksi PKB di sidang Paripurna DPRD Kab. Jember, Senin, 5 Agustus 2025.
Meskipun begitu, Gus Fawait berkomitmen tetap akan memberikan pelayanan publik yang maksimal agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat. “Dengan menjaga komitmen pelayanan terbaik dan terus membuat strategi pemungutan pajak dan retribusi yang akuntabel. Pemanfaatan potensi lokal dan digitalisasi layanan terus dikembangkan untuk mendukung kemandirian fiskal daerah,” imbuhnya.
Selain itu, catatan Fraksi PKB terkait dengan satuan pendidikan SMPN 2 Jember pihaknya menerangkan sudah dilaksakannya program kegiatan rehabilitasi ruang kelas dan perpustakaan di tahun 2024 lalu. “Kita sadari betul memang ada keterbatasan lahan untuk pengembangan Sarana Prasarana atau penambahan Ruang kelas baru di SMPN 2,” terangnya.
Adanya usulan untuk membuat jembatan layang yang menyambungkan SMPN 2 Jember dengan gedung eks Dinas Sosial, masih akan dilakukan kajian menyeluruh.
“Untuk pembangunan jembatan layang dan pemanfaatan aset gedung eks kantor Dinsos akan dikaji secara menyeluruh dan mendalam dari semua aspek, tentunya juga mempertimbangkan keterbatasan anggaran APBD dan prioritas pembangunan,” pungkasnya.
Selanjutnya, Gus Fawait juga menanggapi terkait gedung di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi yang mangkrak untuk bisa digunakan. “Kami telah melakukan kajian bahwa pelayanan kesehatan khususnya di RSD dr Soebandi ini bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.
“Saat ini tengah dilakukan review (Detail Engineering Design) DED oleh konsultan perencana dengan menggunakan anggaran BLUD,” sambungnya.
Ia menambahkan, pembangunan gedung mangkrak tersebut akan diusulkan pada tahun Anggaran 2026 mendatang.***


A WordPress Commenter says: