Fraksi NasDem Jember Minta Bunga desaku Libatkan Legislator
Fraksi NasDem Jember Minta Bunga desaku Libatkan Legislator

DPRD JEMBER – Program “Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan” atau biasa disingkat dengan Bunga desaku mendapat apresiasi dari Fraksi Partai NasDem DPRD Kab. Jember. Bunga desaku dinilai sebagai program yang cukup bagus dan menarik untuk terus dilanjutkan.
Hingga saat ini, Bunga desaku sudah dilakukan sebanyak tiga kali oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya. Yaitu di Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, dan sekitarnya. Lalu, sebulan berikutnya, Bunga desaku ke-2 dilangsungkan di Kecamatan Silo, dan Kecamatan Ambulu
“Bupati dan semua OPD benar-benar bisa mendapatkan aspirasi langsung dari masyarakat, termasuk memunculkan potensi-potensi tersembunyi yang ada di desa-desa di Kabupaten Jember,” ujar juru bicara Fraksi Partai NasDem, Fatmawati, SE., saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksinya terhadap Nota Pengantar Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2025 di gedung DPRD Kab. Jember, Sabtu , 2 Agustus 2025.
Karena dinilai cukup baik, maka untuk mengoptimalkan manfaatnya, Fatmawati mengusulkan agar Bupati Jember tidak hanya mengundang Pimpinan DPRD di kegiatan Bunga desaku tapi juga melibatkan anggota DPRD berbasis daerah pemilihan (dapil), atau setidaknya perwakilan fraksi. “Agar proyeksi program yang bagus ini, anggota DPRD Kab. Jember juga menjadi bagian penyambung lidah kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati juga mengapresiasi langkah cepat Bupati Jember dalam menjawab keluhan masyarakat terkait persoalan perlintasan kereta api di Pecoro Kecamatan Rambipuji dan dan Garahan Kecamatan Silo. Di dua lokasi itu, kerap terjadi kecelakaan.
Langkah cepat juga dilakukan Bupati Jember dalam mengantisipasi dampak penutupan jalur Gumitir, yaitu langkanya BBM di semua SPBU di wilayah Kabupaten Jember.
Meskipun secara normatif tiga persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan Pemkab Jember, namun Bupati Fawait sadar bahwa yang menjadi korban adalah masyarakat Jember. “Campur tangan serta kepedulian Gus Fawait selaku Bupati Jember dalam mengambil kebijakan dan langkah cepat menyelesaikan persoalan tersebut patut diapresiasi,” ujarnya.
Meskipun disadari bahwa langkah cepat yang dilakukan Gus Fawait terkait masalah tersebut sering mendapat cibiran, namun Fatmawati mengimbau agar Gus Fawait tidak ambil pusing.
“Ngapain kita pikir, mari kita senyumin dan salawatin saja, karena cintanya rakyat Jember kepada Gus Bupati sekaligus hari ini kita nobatkan beliau sebagai Gus Darling yang dicintai seluruh rakyatnya,” pungkasnya.


A WordPress Commenter says: