PPDB 2025 Selesai, DPRD Kabupaten Jember Berikan Kritik Membangun untuk Dispendik
PPDB 2025 Selesai, DPRD Kabupaten Jember Berikan Kritik Membangun untuk Dispendik

DPRD Kabupten Jember – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025 di Kabupaten Jember mendapat mendapatkan evaluasi, agar ke depan lebih baik lagi. Hal ini disampaikan oleh Hanan Kukuh Ratmono, S. Pi Ketua Fraksi Gerindra, yang menaruh perhatian atas pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di Kabupaten Jember tahun 2025 ini. “Kami memberi apresiasi karena pelaksanaan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) di Jember sejauh ini berlangsung tanpa gangguan yang menghambat jalannya penerimaan,” ujar Hanan, Selasa, 22 Juli 2025.
Meski demikian, Hanan tetap menyoroti beberapa aspek yang dinilai masih perlu perbaikan, terutama soal ketersediaan kuota di sejumlah sekolah. “Beberapa SMP, khususnya dalam skema zonasi, seharusnya bisa menampung lebih banyak siswa. Saya menerima laporan ada siswa yang tidak diterima hampir setara satu kelas. Ini harus menjadi perhatian serius dari Dispendik,” ucapnya. Menurutnya, Dinas Pendidikan harus memastikan kuota di setiap wilayah menyesuaikan dengan jumlah pendaftar lokal. Jika di satu kawasan jumlah calon siswa tinggi, maka penambahan rombongan belajar perlu dipertimbangkan. “Setidaknya ada penyesuaian antara kuota dengan jumlah calon siswa di sekitarnya. Kalau memang banyak, ya ditambah kelasnya,” imbuhnya.
Ia juga memahami bahwa penambahan kuota tidak bisa dilakukan secara mendadak di tengah proses PPDB ( Penerimaan Peserta Didik Baru). Karena itu, Hanan mendorong agar survei dan perencanaan dilakukan jauh-jauh hari sebelum tahun ajaran baru dimulai. Saat ditanya soal pemerataan mutu pendidikan di tingkat SMP, Hanan mengakui bahwa masih ada kecenderungan orang tua lebih memilih sekolah-sekolah yang berlokasi di pusat kota, seperti SMPN 1, 2, dan 3.
“Ini soal pola pikir yang masih melekat. Dahulu memang sekolah-sekolah itu dianggap unggulan, tapi sekarang konsep sekolah favorit sudah tidak relevan. Namun mindset itu masih kuat di masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, tantangan ke depan bagi Dinas Pendidikan adalah menciptakan pemerataan kualitas antar sekolah agar tidak terjadi ketimpangan yang terus berulang. “Harus ada langkah serius agar kualitas pendidikan SMP di seluruh wilayah Jember bisa merata, sehingga masyarakat tidak lagi terpusat pada sekolah-sekolah tertentu,” pungkas Hanan.***


A WordPress Commenter says: